Waikabubak, RakyatNTT.ID – Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H., mendorong seluruh sekolah di Kabupaten Sumba Barat mengadopsi sistem digital dalam tata kelola pendidikan.

Hal itu disampaikan saat menghadiri sekaligus memberikan arahan pada peluncuran aplikasi WaiKA Smart SPENTIG di SMP Negeri 3 Waikabubak, Senin (31/8/2026).

Aplikasi WaiKA Smart SPENTIG atau Web Attendance Intelligent System for School menjadi inovasi yang dikembangkan SMP Negeri 3 Waikabubak melalui kolaborasi dengan Universitas Kristen Satya Wacana.

Iklan

Bupati menilai inovasi tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong modernisasi tata kelola sekolah berbasis teknologi informasi sekaligus meningkatkan kedisiplinan, transparansi, dan objektivitas.

“Ini merupakan suatu inovasi yang sangat baik. Sekolah harus terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi. Tahun depan, saya berharap semua sekolah di Kabupaten Sumba Barat sudah memiliki aplikasi seperti ini,” ujar Yohanis Dade.

Empat Pilar WaiKA Smart SPENTIG

Menurut Bupati, aplikasi tersebut memiliki empat pilar utama, yakni meningkatkan kedisiplinan, menegakkan transparansi, menjaga objektivitas, serta mendorong modernisasi sekolah berbasis teknologi informasi.

WaiKA Smart SPENTIG dirancang sebagai platform digital terpadu yang menghubungkan berbagai unsur di lingkungan sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, pegawai, siswa hingga orang tua.

Melalui platform tersebut, proses monitoring, pengendalian, evaluasi, dan dokumentasi dapat dilakukan secara real time. Sistem ini dinilai dapat membantu pimpinan sekolah melakukan pengawasan serta mengambil keputusan secara lebih cepat dan objektif.

Selain mendukung tata kelola sekolah, aplikasi tersebut juga memiliki sejumlah keunggulan. WaiKA Smart SPENTIG dapat digunakan secara gratis sebagai bagian dari kontribusi untuk kemajuan pendidikan di Sumba Barat.

Sistemnya juga dilengkapi fitur keamanan untuk mendukung perlindungan warga sekolah serta menerapkan konsep paperless guna mengurangi penggunaan kertas dalam administrasi.

SMP Negeri 3 Waikabubak Didorong jadi Sekolah Unggulan

Bupati Yohanis Dade memberikan apresiasi terhadap perkembangan SMP Negeri 3 Waikabubak yang dinilainya mengalami kemajuan signifikan di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Susan Nisa Paubun, S.Pd.

Menurutnya, kepala sekolah memiliki posisi strategis karena menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam menjalankan pelayanan pendidikan di tingkat sekolah.

“Saya melihat SMP Negeri 3 Waikabubak ini sudah tumbuh dan berkembang dengan baik. Sekolah ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya. Kepala sekolah adalah perpanjangan tangan Bupati dalam menjalankan tugas pendidikan,” ungkapnya.

Bupati bahkan mendorong SMP Negeri 3 Waikabubak berkembang menjadi salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Sumba Barat.

Sekolah tersebut juga diharapkan dapat menjadi tempat berbagi praktik baik mengenai pemanfaatan teknologi dalam mendukung tata kelola pendidikan.

Sebagai langkah tindak lanjut, Bupati mengusulkan agar seluruh kepala sekolah di Sumba Barat dapat menggelar pertemuan di SMP Negeri 3 Waikabubak untuk mempelajari sekaligus membahas penerapan aplikasi WaiKA Smart SPENTIG.

Guru Diminta Terus Tingkatkan Kompetensi

Selain mendorong digitalisasi sekolah, Bupati Yohanis Dade menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Ia meminta Kepala SMP Negeri 3 Waikabubak terus mempersiapkan guru yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Guru-guru harus bekerja dengan rendah hati. Kita harus terus meningkatkan kompetensi. Jangan pernah berhenti belajar karena pendidikan terus berkembang,” pesannya.

Menurut Bupati, perkembangan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Aplikasi digital tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak dibarengi dengan kesiapan guru dan tenaga kependidikan dalam menggunakannya.

Soroti Kemampuan Literasi Siswa

Dalam arahannya, Bupati juga menyoroti persoalan mendasar yang masih dihadapi sejumlah sekolah, khususnya jenjang SMP.

Salah satunya adalah masih ditemukannya siswa yang belum mampu membaca dengan baik.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya penguatan disiplin dan kerja sama antara guru, kepala sekolah, Dinas Pendidikan, serta seluruh pihak terkait untuk memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang berkualitas.

Digitalisasi tata kelola sekolah, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan kemampuan dasar siswa.

Digitalisasi akan Diperluas ke Perangkat Daerah

Tidak hanya sektor pendidikan, Bupati Yohanis Dade mengatakan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat akan terus mendorong pemanfaatan aplikasi digital di berbagai perangkat daerah.

Digitalisasi diharapkan dapat membantu pimpinan melakukan monitoring terhadap pelaksanaan tugas staf, meningkatkan efisiensi administrasi, serta memperkuat akuntabilitas pelayanan pemerintahan.

Peluncuran WaiKA Smart SPENTIG menjadi momentum bagi SMP Negeri 3 Waikabubak dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat untuk membangun tata kelola pendidikan yang lebih disiplin, transparan, objektif, modern, dan berbasis teknologi informasi.

Pemerintah daerah berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai sebuah aplikasi, tetapi berkembang menjadi bagian dari perubahan budaya kerja dan tata kelola pendidikan sehingga pelayanan kepada generasi muda Sumba Barat semakin efektif dan berkualitas.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Dominggus Lango Pele, S.Kom., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Yakobus Jefrison Ndapamerang, S.P., M.M., Staf Ahli Bupati, para kepala perangkat daerah, Prof. Dr. Hanna Arini Parhusip, M.Sc.Nat., Dr. Surya Satriya, M.Sc.Nat. dari Universitas Kristen Satya Wacana, Pengawas Pembina SMP Negeri 3 Waikabubak, Ketua MKKS Kabupaten Sumba Barat, Sumba Field Manager Save the Children Indonesia, Ketua Komite SMP Negeri 3 Waikabubak, kepala sekolah, serta para guru dan pegawai. (*/rnc)