Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID – Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., menerima kunjungan Ketua TP-PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mindryati Astiningsih, bersama rombongan di ruang kerja Wakil Bupati Sabu Raijua, Senin (31/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Ketua TP-PKK Provinsi NTT di Kabupaten Sabu Raijua yang menyasar sejumlah sektor, mulai dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Posyandu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), hingga literasi.
Dalam agenda kunjungan, Ketua TP-PKK Provinsi NTT bersama rombongan dijadwalkan meninjau sejumlah Posyandu dan PAUD, mengunjungi NTT Mart, Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), serta sejumlah destinasi wisata di Sabu Raijua.
Selain peninjauan lapangan, rombongan juga diagendakan melakukan tatap muka dengan kader Posyandu, PAUD, dan PKK Kabupaten Sabu Raijua. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi, pembinaan, dan sinergi program pemberdayaan masyarakat.
Pemkab Sabu Raijua Siap Dukung Program TP-PKK NTT
Dalam pertemuan tersebut, Ketua TP-PKK Provinsi NTT meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua agar berbagai agenda dan program yang dijalankan dapat berlangsung dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Wakil Bupati Sabu Raijua Thobias Uly menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Ketua TP-PKK Provinsi NTT menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara TP-PKK dan pemerintah daerah.
“Atas nama Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Sabu Raijua, kami menyambut baik kunjungan Ibu Ketua TP-PKK Provinsi NTT bersama rombongan. Pemerintah daerah tentu siap mendukung dan bersinergi agar seluruh kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik,” ujar Thobias.
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran Staf Ahli PKK Kabupaten Sabu Raijua, pengurus TP-PKK Kabupaten Sabu Raijua, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Bappeda, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Sabu Raijua Punya Potensi di Tengah Kondisi Kering
Dalam kesempatan itu, Thobias juga menjelaskan karakter geografis Sabu Raijua yang dikenal memiliki kondisi relatif kering dengan musim kemarau yang cukup panjang.
Namun, kondisi tersebut menurutnya bukan alasan bagi Sabu Raijua untuk berhenti berkembang.
“Memang Sabu Raijua ini daerahnya kering dan musim kemaraunya cukup panjang. Tetapi di balik kondisi geografis tersebut, kita memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan,” jelasnya.
Salah satu potensi yang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat adalah sektor kelautan dan perikanan.
Thobias menyebut potensi garam, rumput laut, serta hasil perikanan memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Potensi Lontar Bisa Dikembangkan jadi Produk Bernilai Ekonomi
Selain sektor kelautan, pertanian lahan kering juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Sabu Raijua.
Salah satu komoditas yang mendapat perhatian adalah tanaman lontar. Tanaman tersebut telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sabu.
Thobias mengatakan potensi lontar tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan gula air, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan.
“Di sektor pertanian lahan kering, kita memiliki petani lontar. Potensi lontar ini bisa terus dikembangkan, bukan hanya menghasilkan gula air, tetapi juga dapat diolah menjadi gula semut dan berbagai produk turunan lainnya yang memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.
Pengembangan produk turunan lontar dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil produksi masyarakat.
Hengadu Hawu jadi Kekuatan Budaya dan Pariwisata
Thobias juga menyoroti kekayaan budaya Sabu Raijua yang semakin dikenal masyarakat luas.
Salah satunya adalah tradisi Hengadu Hawu atau Cium Sabu, yang menurutnya merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Sabu.
“Budaya Sabu Raijua juga menjadi kekuatan kita. Salah satunya Hengadu Hawu atau Cium Sabu yang sekarang sudah dikenal oleh banyak orang. Ini merupakan identitas dan kekayaan budaya yang harus kita jaga,” katanya.
Menurut Thobias, kekayaan budaya tersebut tidak hanya penting untuk dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan dalam pengembangan sektor pariwisata.
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terus mendorong pengembangan berbagai destinasi wisata yang memiliki keunikan alam, budaya, dan sejarah.
Ia berharap dukungan berbagai pihak dapat memperkuat promosi sekaligus mempercepat pengembangan sektor pariwisata daerah.
Pemkab Buka Ruang Kolaborasi dengan TP-PKK NTT
Lebih lanjut, Thobias menegaskan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terbuka terhadap kolaborasi dengan TP-PKK Provinsi NTT.
Kolaborasi tersebut terutama diarahkan untuk memperkuat program yang berkaitan dengan keluarga, kesehatan, pendidikan, PAUD, Posyandu, literasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua akan selalu mendukung dan memberikan suport terhadap setiap kegiatan PKK. Kita akan terus berkolaborasi dan bersinergi, karena keberhasilan pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tegas Thobias.
Kunjungan Ketua TP-PKK Provinsi NTT tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, sekaligus mendorong program pemberdayaan masyarakat agar lebih menyentuh kebutuhan warga.
Sinergi tersebut juga diharapkan mampu membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan potensi lokal Sabu Raijua, baik di sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, budaya maupun pariwisata. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan