Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (31/8/2026). IHSG turun 7,01 poin atau 0,11 persen ke level 6.511,11.
Pelemahan juga terjadi pada kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 turun 1,11 poin atau 0,17 persen ke posisi 640,71.
Pergerakan IHSG pada awal perdagangan ini menjadi perhatian investor menjelang memasuki September 2026. Sebelumnya, IHSG diproyeksikan berada dalam fase neutral to bullish pada pekan pertama September.
Prospek tersebut didukung sejumlah sentimen positif, mulai dari tren pemulihan ekonomi domestik, kepastian suksesi kepemimpinan Bank Indonesia, hingga fundamental kinerja emiten nasional yang dinilai masih kuat.
IHSG Berpeluang Lanjutkan Tren Penguatan
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah, menilai prospek IHSG memasuki September 2026 masih tergolong konstruktif dari sisi fundamental.
Menurutnya, IHSG telah mencatat penguatan berturut-turut atau back-to-back rally dengan kenaikan 4,52 persen secara month-on-month (MoM) sepanjang Agustus.
Penguatan tersebut dinilai semakin memperkuat struktur tren naik IHSG dalam jangka panjang.
“IHSG juga telah mencatat back-to-back rally dengan penguatan 4,52% MoM sepanjang Agustus, memperkuat struktur uptrend jangka panjang. Namun, investor tetap perlu mewaspadai risiko dari kebijakan The Fed yang lebih hawkish, potensi tekanan foreign flow, rebalancing indeks global, serta seasonality September yang secara historis cenderung lebih rentan terhadap koreksi,” ujar Hari.
Dengan kondisi tersebut, investor tetap perlu memperhatikan berbagai risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia.
Kebijakan bank sentral Amerika Serikat, arus dana asing, serta penyesuaian portofolio akibat rebalancing indeks global menjadi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan volatilitas IHSG.
Level 6.537 jadi Resistance Penting IHSG
Dari sisi teknikal, IHSG yang telah menembus level resistance 6.454 berpotensi menjadikan level tersebut sebagai area support jangka pendek.
Perhatian investor selanjutnya tertuju pada level 6.537, yang menjadi resistance berikutnya sekaligus bertepatan dengan Fibonacci retracement 0,5.
Jika IHSG mampu menembus dan bertahan di atas level 6.537, peluang indeks untuk melanjutkan reli menuju 6.822, yang merupakan Fibonacci retracement 0,618, semakin terbuka.
Sebaliknya, apabila level support 6.454 gagal dipertahankan, IHSG berisiko mengalami koreksi lebih lanjut.
Area 6.243 menjadi level penting berikutnya yang perlu diperhatikan karena berada di sekitar titik EMA50.
Strategi Investor: Akumulasi Bertahap
Menghadapi kondisi pasar yang masih berpeluang menguat tetapi dibayangi sejumlah risiko, investor disarankan mempertimbangkan strategi akumulasi secara bertahap.
Hari mengatakan investor dapat mencermati saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan pertumbuhan laba (earnings growth) yang solid.
Strategi tersebut dapat dilakukan sembari menunggu konfirmasi pergerakan IHSG menembus area 6.537–6.551.
“Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah akumulasi bertahap pada saham-saham dengan fundamental dan earnings growth yang solid, sembari menunggu konfirmasi breakout IHSG di atas area 6.537–6.551. Jika breakout tersebut terkonfirmasi, peluang melanjutkan recovery menuju 6.822 akan semakin terbuka,” kata dia.
Dengan demikian, arah IHSG pada awal September akan sangat ditentukan oleh kemampuan indeks mempertahankan support 6.454 sekaligus menembus resistance 6.537–6.551.
Investor tetap perlu memperhatikan sentimen global dan domestik sebelum mengambil keputusan investasi di tengah potensi volatilitas pasar saham pada September 2026. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan