Dengan kondisi tersebut, investor tetap perlu memperhatikan berbagai risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia.

Kebijakan bank sentral Amerika Serikat, arus dana asing, serta penyesuaian portofolio akibat rebalancing indeks global menjadi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan volatilitas IHSG.

Level 6.537 jadi Resistance Penting IHSG

Dari sisi teknikal, IHSG yang telah menembus level resistance 6.454 berpotensi menjadikan level tersebut sebagai area support jangka pendek.

Iklan

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada level 6.537, yang menjadi resistance berikutnya sekaligus bertepatan dengan Fibonacci retracement 0,5.

Jika IHSG mampu menembus dan bertahan di atas level 6.537, peluang indeks untuk melanjutkan reli menuju 6.822, yang merupakan Fibonacci retracement 0,618, semakin terbuka.

Sebaliknya, apabila level support 6.454 gagal dipertahankan, IHSG berisiko mengalami koreksi lebih lanjut.

Area 6.243 menjadi level penting berikutnya yang perlu diperhatikan karena berada di sekitar titik EMA50.

Strategi Investor: Akumulasi Bertahap

Menghadapi kondisi pasar yang masih berpeluang menguat tetapi dibayangi sejumlah risiko, investor disarankan mempertimbangkan strategi akumulasi secara bertahap.