Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia menilai cara pandang tersebut perlu diubah melalui pendekatan ekoteologi yang menghubungkan iman dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Natongam yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Keagamaan Kristen IAKN Kupang menegaskan bahwa komunitas keagamaan, termasuk gereja, memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran ekologis jemaat.
Menurutnya, ajaran Kristen tentang pemeliharaan ciptaan sebagaimana tercermin dalam Kejadian 2:15 dapat menjadi dasar untuk mendorong jemaat tidak hanya mengurangi produksi sampah, tetapi juga mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai.
IAKN Kupang Kenalkan Konsep 4R
Dalam seminar tersebut, Dosen Teologi Lingkungan IAKN Kupang, Amelia Wila, M.Si., memaparkan konsep pengelolaan lingkungan berbasis 4R, yakni Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace.
Ia memberikan perhatian khusus terhadap limbah tekstil, termasuk sisa kain tenun adat dan kain perca yang kerap dianggap tidak lagi memiliki manfaat.
Menurut Amelia, limbah tekstil membutuhkan waktu lama untuk terurai secara alami. Sementara pembakaran limbah kain juga dapat menghasilkan asap dan zat berbahaya bagi lingkungan.
Namun, persoalan tersebut dapat diubah menjadi peluang apabila limbah tekstil dikelola secara kreatif.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan