Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia mengatakan selama ini sisa jahitan dan kain tenun yang tidak terpakai masih sering menumpuk tanpa pengelolaan yang baik.
Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan dua manfaat sekaligus kepada jemaat, yakni pemahaman mengenai tanggung jawab menjaga ciptaan Tuhan serta keterampilan yang berpotensi meningkatkan ekonomi keluarga.
“Kami sangat bersyukur atas kegiatan ini. Selama ini, sampah tekstil dari sisa jahitan dan kain tenun sering menumpuk tanpa pengelolaan yang baik,” ujarnya.
Saptarina berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai program sesaat.
Jemaat berencana membentuk komunitas kreatif peduli lingkungan agar keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan.
“Kami akan membentuk komunitas kreatif peduli lingkungan agar semangat ini terus hidup. Ini adalah bagian dari ibadah dan pengabdian kita kepada Tuhan melalui pemeliharaan alam,” tegasnya.
Mahasiswa Sosiologi Agama IAKN Kupang Turun Langsung
Kegiatan PkM ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama IAKN Kupang.
Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai panitia, tetapi ikut mendampingi warga dalam proses pelatihan, membantu pembuatan aksesori, mendokumentasikan kegiatan serta berdiskusi dengan peserta untuk menggali potensi lokal yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan