Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, kondisi darurat tidak boleh menjadi alasan terhentinya proses pendidikan dalam waktu yang tidak menentu.
Karena itu, metode pembelajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan keamanan dan kondisi setiap daerah.
Sejumlah pilihan yang dapat diterapkan antara lain menggunakan ruang kelas darurat, tenda belajar, pembelajaran dari rumah, pembelajaran di lokasi pengungsian, maupun metode lain yang aman dan memungkinkan untuk dilakukan.
Tenda Kelas Darurat Disiapkan untuk Sekolah Terdampak
Upaya menjaga keberlangsungan pendidikan tersebut juga sejalan dengan langkah pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Pemerintah diharapkan menyiapkan dan mendistribusikan tenda ruang kelas darurat ke satuan pendidikan yang terdampak bencana.
Dengan adanya fasilitas tersebut, sekolah memiliki pilihan untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar tanpa harus menggunakan bangunan yang belum dipastikan aman.
Fleksibilitas dalam menentukan moda pembelajaran menjadi penting mengingat kondisi sekolah di setiap wilayah terdampak gempa tidak sama.
Sekolah yang masih aman dapat melaksanakan pembelajaran seperti biasa dengan tetap meningkatkan kewaspadaan. Sementara sekolah yang mengalami kerusakan dapat menggunakan ruang alternatif hingga kondisi bangunan dinyatakan aman.
Gubernur NTT: Anak-anak Tidak Boleh Kehilangan Hak Belajar
Gubernur Melki Laka Lena berharap berbagai langkah tersebut dapat memastikan anak-anak terdampak gempa tidak kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan meskipun berada dalam situasi tanggap darurat.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan