Langkah tersebut dilakukan untuk meminta perhatian kampus sekaligus memperoleh informasi mengenai kondisi mahasiswa yang terdampak gempa dan kebijakan yang akan diberikan masing-masing perguruan tinggi.

Dari pendataan awal yang dilakukan GMNI Kupang melalui Google Form, tercatat sekitar 400 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Kota Kupang dan terdampak bencana gempa.

Namun, angka tersebut masih bersifat sementara.

GMNI Kupang menyatakan pendataan akan terus diperbarui seiring dengan masuknya informasi dari mahasiswa dan proses verifikasi di lapangan.

Data tersebut nantinya diharapkan menjadi dasar untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada perguruan tinggi maupun pemangku kepentingan terkait.

Dorong Kebijakan Kampus yang Berkeadilan

GMNI Kupang berharap hasil pendataan tidak berhenti sebagai angka, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret bagi mahasiswa terdampak.

Kebijakan tersebut dapat menjadi bentuk keberpihakan perguruan tinggi terhadap mahasiswa yang tengah menghadapi tekanan akibat bencana.

Bagi GMNI Kupang, memastikan mahasiswa tetap dapat berkuliah merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah situasi darurat.

Di tengah gempa yang mengubah kehidupan ribuan keluarga di NTT, GMNI Kupang kini mendorong agar satu hal tidak ikut runtuh: masa depan pendidikan mahasiswa terdampak. (*/rnc)