Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Timur menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian dalam penyaluran bantuan dan kegiatan kerelawanan kampus.

Namun, GMNI menilai respons terhadap mahasiswa terdampak juga perlu diperkuat melalui kebijakan internal perguruan tinggi.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ir. Syamsul Bahri, menyampaikan pihak rektorat akan segera melakukan koordinasi untuk membahas langkah yang dapat diberikan kepada mahasiswa terdampak.

GMNI: Bencana Jangan Putuskan Masa Depan Mahasiswa

Ketua DPC GMNI Kupang, Jacson Marcus, menegaskan keberpihakan kepada mahasiswa terdampak harus menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, bencana tidak boleh membuat mahasiswa kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

“Kami berharap pihak universitas dapat mengambil kebijakan yang berperikemanusiaan dan memberikan ruang bagi mahasiswa terdampak untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa terbebani oleh situasi yang sedang mereka hadapi,” ujar Jacson Marcus.

Ia menilai persoalan bencana bukan semata tentang kerusakan rumah dan kehilangan harta benda. Dampak jangka panjangnya juga dapat menyentuh masa depan generasi muda.

“Bencana bukan hanya persoalan kehilangan tempat tinggal, tetapi juga menyangkut keberlangsungan masa depan generasi muda,” tegasnya.

GMNI Himpun Data Sekitar 400 Mahasiswa

Selain melakukan audiensi, GMNI Kupang juga telah menyurati sejumlah perguruan tinggi di Kota Kupang.