Karena itu, Rahmat berharap Pemerintah Kabupaten Alor bersama DPRD memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan olahraga, termasuk melalui perencanaan dan penganggaran dalam APBD.

Ia menilai pembangunan fasilitas olahraga dan pembinaan atlet perlu menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda sekaligus meningkatkan prestasi olahraga daerah.

Rahmat juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, para tokoh masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan, tim medis, wasit, serta masyarakat dari Watatuku, Lewai Habeleng, Mola, dan Petleng, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Budi Artha Cup.

Kejujuran Warga Jadi Catatan Positif

Selain aspek olahraga, Rahmat menilai terdapat nilai sosial yang patut diapresiasi selama turnamen berlangsung, salah satunya kejujuran masyarakat.

Ia mencontohkan adanya barang milik penonton maupun peserta yang ditemukan selama kegiatan. Barang-barang tersebut kemudian diamankan untuk dikembalikan kepada pemiliknya.

Bagi Rahmat, sikap tersebut menunjukkan bahwa nilai kepercayaan dan kejujuran masih sangat kuat di tengah masyarakat.

Menurutnya, kepercayaan merupakan nilai yang sangat mahal dan tidak dapat ditukar dengan uang.

Empat Tim Terbaik dan Penghargaan Individu

Rahmat juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang berpartisipasi hingga turnamen melahirkan empat tim terbaik.