Menurut Damianus, selama empat hari setelah gempa, warga di wilayah tersebut belum mendapat kunjungan maupun bantuan seperti yang mereka harapkan.

“Sudah empat hari empat malam kami belum melihat ada pihak yang datang melihat langsung kondisi kami. Karena itu, kehadiran GAMKI membawa harapan bagi warga yang sedang mengalami musibah,” ungkap Damianus.

Kesaksian tersebut menjadi perhatian GAMKI agar pemerintah dan seluruh unsur penanganan bencana melakukan verifikasi langsung ke lapangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak ada desa, dusun maupun kelompok masyarakat terdampak yang terlewat dari pelayanan darurat.

Iklan

GAMKI Salurkan 250 Kilogram Beras

Pada tahap pertama, DPC GAMKI Manggarai menyalurkan sejumlah kebutuhan pangan untuk membantu warga menghadapi kondisi darurat.

Bantuan tersebut terdiri dari 250 kilogram beras, lima dus mi instan, enam rak telur dan satu jeriken minyak goreng.

Jimmy Messakh mengatakan, kehadiran GAMKI tidak hanya sebatas menyalurkan logistik. Organisasi tersebut juga melakukan pemetaan awal terhadap kebutuhan warga serta menyuarakan kondisi masyarakat yang belum terjangkau secara optimal.

“Kami datang untuk menyatakan bahwa saudara-saudara kita tidak sendiri. Tetapi kami juga ingin memastikan informasi dari lokasi seperti Desa Lenda ini diketahui pemerintah dan para pihak, sehingga distribusi bantuan tidak terkonsentrasi pada titik-titik tertentu saja,” tegas Jimmy.