Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ba’a, RakyatNTT.ID – Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Perikanan (KKP) Ir. A. Koswara, M.P. menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026.
Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Rote Ndao yang berada di wilayah paling selatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Upacara dimulai sekitar pukul 07.50 WITA.
Bertindak sebagai Perwira Upacara Letnan Satu CAJ Marsel Lette, Pasiter Kodim 1627/Rote Ndao, sedangkan Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Laut (PM) Irawan Junaedi.
Menariknya, Koswara mengenakan pakaian adat lengkap Rote Ndao saat memimpin upacara. Ia tampil mengenakan Ti’ilangga, selimut dan selempang kain tenun asli Rote.
Seluruh peserta upacara juga mengenakan pakaian adat lengkap Rote Ndao, menciptakan suasana khidmat sekaligus kental dengan nuansa budaya lokal.
Upacara dihadiri Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H., Wakil Bupati Apremoi D. Dethan, jajaran Forkopimda, Plh Sekda Daniel W. Nalle, para asisten, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, pimpinan OPD, tamu undangan, ASN, pelajar, mahasiswa, serta personel TNI dan Polri.
Pembawa baki dipercayakan kepada Yuanita Christiani Dopen, siswi SMA Negeri 1 Pantai Baru.
Sementara tim pengibar bendera terdiri dari Rizquna Aditya Pratama Azhari dari SMA Negeri 1 Rote Timur, Arnold Kolianan dari SMA Negeri 1 Pantai Baru, dan Putra Fadlin dari SMA Negeri 1 Lobalain.
Komandan Paskibraka adalah Serka Set Stefanus Ketty, Babinsa 1627-3/Batutua.
Pembacaan Teks Proklamasi dilakukan Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Denison Moy, S.T. Sementara Teks Pancasila dibacakan langsung oleh Irup Ir. A. Koswara dan diikuti seluruh peserta upacara.
Adapun Pembukaan UUD 1945 dibacakan oleh personel Polres Rote Ndao.
Koswara: Kemerdekaan bukan Sekadar Seremoni
Dalam amanatnya, Koswara mengingatkan agar peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan.
Menurutnya, momentum kemerdekaan harus menjadi ruang untuk kembali memaknai perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengisi kemerdekaan.
“Momentum ini untuk memaknai perjuangan sekaligus memperkuat komitmen dan tanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan,” ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan nasional diarahkan untuk mewujudkan visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia.
“Ini harus menjadi komitmen dan tanggung jawab kita semua, seluruh komponen, khususnya di Kabupaten Rote Ndao, untuk menjadi bagian dari sinergi gerakan nasional mewujudkan visi pembangunan bangsa Indonesia,” lanjutnya.
Tiga Program Strategis KKP di NTT
Koswara menjelaskan bahwa pada 2026 pemerintah menetapkan delapan klaster program kerja prioritas nasional. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengampu program dalam klaster kedaulatan pangan.
Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu wilayah strategis dalam pelaksanaan berbagai program KKP.
Ada tiga program strategis yang disoroti, yakni PSN Kampung Nelayan Merah Putih, Budidaya Udang Terintegrasi di Waingapu Kabupaten Sumba Timur, serta Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao.
Koswara mengatakan pembangunan K-SIGN di Kabupaten Rote Ndao resmi memasuki tahap kedua pada 2026.
Tahap pertama telah rampung melalui koordinasi pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan masyarakat di Desa Sarubeba, Desa Matasio serta desa-desa penyangga.
“Kami sedang dan akan terus melakukan pembangunan untuk Tahap II dan pengembangan keseluruhan kawasan. Kami memohon dukungan dari semua pihak agar tujuan swasembada garam dapat diwujudkan, sehingga manfaat strategis dari industri garam ini berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Rote Ndao,” ujar Koswara.
Selain K-SIGN, KKP juga menjalankan program LAUTRA yang mencakup peningkatan pengelolaan dua kawasan konservasi serta pengembangan ekonomi di 36 desa pesisir NTT.
Kabupaten Rote Ndao menjadi salah satu bagian penting dari program tersebut melalui delapan desa yang berada di kawasan konservasi Laut Sawu.
Ekonomi Rote Ndao Tumbuh 7,96 Persen
Dalam amanatnya, Koswara turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Rote Ndao.
Pada 2025, laju pertumbuhan ekonomi Rote Ndao mencapai 7,96 persen. Angka tersebut disebut sebagai rekor tertinggi dalam sejarah Rote Ndao dan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi tingkat provinsi maupun nasional.
Di sisi lain, angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari 25,78 persen pada 2024 menjadi 24,37 persen pada 2025.
Penurunan sebesar 1,41 poin tersebut menjadi penurunan terbesar dalam lima tahun terakhir.
Koswara menegaskan berbagai program strategis harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, bukan hanya menghasilkan pembangunan fisik.
“Pelaksanaan program-program strategis, baik itu PSN, K-SIGN, maupun yang lainnya, perlu dipastikan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi pengungkit transformasi ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan rantai pasok, serta peningkatan pendapatan masyarakat,” tegasnya.
Rote Ndao Raih Sejumlah Capaian Pemerintahan
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, dukungan pemerintah pusat juga hadir melalui Kementerian Pertanian berupa pembangunan infrastruktur irigasi serta bantuan alat dan mesin pertanian.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
Selain itu, Rote Ndao meraih predikat sebagai Badan Publik Terbaik dan Informatif kategori kabupaten/kota se-NTT serta mencatatkan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 3,76 dengan predikat Sangat Baik.
Berbagai capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.
Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores
Di tengah suasana peringatan kemerdekaan, Koswara juga menyampaikan rasa duka dan solidaritas bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nagekeo dan sejumlah wilayah sekitarnya.
“Izinkan saya menyampaikan rasa duka, simpati, dan solidaritas yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nagekeo dan sekitarnya di Nusa Tenggara Timur. Semoga proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan lancar,” tutur Koswara.
Ia berharap seluruh masyarakat terdampak mendapatkan kekuatan dan proses pemulihan dapat berlangsung dengan baik.
Menutup rangkaian upacara, Koswara mengaku bangga dapat dipercaya menjadi Inspektur Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Rote Ndao, yang dikenal sebagai beranda selatan NKRI. (rnc12)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan