Selain K-SIGN, KKP juga menjalankan program LAUTRA yang mencakup peningkatan pengelolaan dua kawasan konservasi serta pengembangan ekonomi di 36 desa pesisir NTT.

Kabupaten Rote Ndao menjadi salah satu bagian penting dari program tersebut melalui delapan desa yang berada di kawasan konservasi Laut Sawu.

Ekonomi Rote Ndao Tumbuh 7,96 Persen

Dalam amanatnya, Koswara turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Rote Ndao.

Iklan

Pada 2025, laju pertumbuhan ekonomi Rote Ndao mencapai 7,96 persen. Angka tersebut disebut sebagai rekor tertinggi dalam sejarah Rote Ndao dan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi tingkat provinsi maupun nasional.

Di sisi lain, angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari 25,78 persen pada 2024 menjadi 24,37 persen pada 2025.

Penurunan sebesar 1,41 poin tersebut menjadi penurunan terbesar dalam lima tahun terakhir.

Koswara menegaskan berbagai program strategis harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, bukan hanya menghasilkan pembangunan fisik.

“Pelaksanaan program-program strategis, baik itu PSN, K-SIGN, maupun yang lainnya, perlu dipastikan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi pengungkit transformasi ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan rantai pasok, serta peningkatan pendapatan masyarakat,” tegasnya.

Rote Ndao Raih Sejumlah Capaian Pemerintahan

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, dukungan pemerintah pusat juga hadir melalui Kementerian Pertanian berupa pembangunan infrastruktur irigasi serta bantuan alat dan mesin pertanian.