Ende, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Ende bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, TNI, Polri, dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi percepatan penanganan bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Ende.

Rapat koordinasi berlangsung di tenda halaman Kantor BPBD Kabupaten Ende dan dipimpin langsung oleh Bupati Ende Yoseph Tote Badeoda. Hadir dalam rapat tersebut Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Lilik Kurniawan, S.T., M.Si., Kapolres Ende, Dandim 1602/Ende, BPBD Kabupaten Ende, serta unsur Forkopimda dan stakeholder terkait, Selasa (18/8/2026)

Dalam rapat tersebut, Lilik Kurniawan menegaskan bahwa penanganan bencana harus difokuskan pada penyelamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta percepatan pendataan dampak gempa.

Iklan

“Yang pertama evakuasi dan penyelamatan korban. Kedua, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Ketiga, pendataan cepat kerusakan infrastruktur dan rumah warga. Kami minta BPBD daerah segera kirim data by name by address agar bantuan tepat sasaran,” tegas Lilik.

Status Tanggap Darurat 14 Hari

Hasil rapat koordinasi menyepakati sejumlah langkah strategis untuk mempercepat penanganan dampak gempa di Kabupaten Ende.

Salah satu keputusan penting adalah penetapan status tanggap darurat selama 14 hari. Status tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dan seluruh unsur terkait untuk mempercepat mobilisasi sumber daya, bantuan, serta pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Di sektor logistik, bantuan awal dari BPBD berupa tenda pengungsian, selimut, makanan siap saji, dan obat-obatan sedang dimobilisasi dan diupayakan segera tiba di wilayah terdampak.

Sementara itu, Posko Komando dipusatkan di Kantor BPBD Kabupaten Ende sebagai pusat koordinasi penanganan bencana. Seluruh organisasi perangkat daerah terkait diminta membagi tugas secara reguler sehingga posko tidak dibiarkan kosong.

Untuk memastikan perkembangan situasi dapat dipantau secara cepat, BPBD Kabupaten Ende diwajibkan memperbarui data korban dan kerusakan setiap 12 jam.

Bupati Ende: Kami Kewalahan di 24 Jam Pertama

Bupati Ende Yoseph Tote Badeoda menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan seluruh unsur yang bergerak membantu penanganan bencana.

“Kami kewalahan di 24 jam pertama. Dengan dukungan BPBD dan BNPB, TNI, Polri distribusi bantuan ke wilayah terisolir bisa lebih cepat. Saat ini fokus kami adalah tenda pengungsian, logistik berupa makanan, obat-obatan dan air bersih,” kata Yoseph.

Menurutnya, percepatan distribusi bantuan menjadi salah satu kebutuhan mendesak, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak dan sulit dijangkau.

Warga Diminta Waspada dan Hindari Bangunan Retak

BPBD Kabupaten Ende mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik setelah gempa. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan untuk menghindari risiko bangunan roboh maupun dampak gempa susulan.

Masyarakat diminta mengikuti perkembangan situasi dan informasi kebencanaan hanya melalui sumber resmi, seperti BPBD, BNPB, dan BMKG.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Hingga pukul 01.00 WITA, data sementara mengenai korban meninggal dunia, korban luka-luka, serta kerusakan rumah masih dalam proses pendataan dan verifikasi di lapangan.

BPBD memastikan pendampingan terhadap Pemerintah Kabupaten Ende akan terus dilakukan hingga masa tanggap darurat berakhir dan penanganan memasuki tahap rehabilitasi serta rekonstruksi. (rnc16)