Menurutnya, fasilitas tersebut kini ramai dikunjungi masyarakat, baik warga Kota Kefamenanu maupun masyarakat dari berbagai desa di wilayah TTU.

“Banyak masyarakat dari desa-desa datang ke kawasan ini untuk sekadar berswafoto, menikmati suasana, sekaligus memanfaatkan Wi-Fi gratis yang tersedia. Ini menunjukkan fasilitas publik yang dibangun pemerintah benar-benar memberikan manfaat dan menjadi ruang bersama bagi masyarakat,” ujar Elias.

Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas publik tersebut dibangun dengan memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Menurut Elias, penggunaan dana CSR untuk pembangunan fasilitas publik menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Semua ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya mengandalkan APBD. Ada kolaborasi dan niat baik untuk menghadirkan fasilitas yang bisa dinikmati masyarakat,” katanya.

Bandara Jack Ukat Dinilai Bisa Buka Isolasi Udara TTU

Elias juga menilai gagasan Bupati Falent Kebo untuk membangun Bandara Jack Ukat di Sasi merupakan langkah strategis bagi masa depan TTU.

Menurutnya, keberadaan bandara tersebut nantinya dapat meningkatkan konektivitas udara dari dan menuju TTU, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.