Menurut Falent, kedaulatan tidak hanya berkaitan dengan menjaga wilayah negara, tetapi juga memperkuat sumber daya manusia dan membangun pemerintahan yang efektif.

Sementara keadilan harus diwujudkan dengan memastikan setiap masyarakat memperoleh manfaat pembangunan dan pelayanan tanpa membedakan latar belakang.

“Sedangkan kemakmuran menjadi tujuan akhir kemerdekaan Indonesia dengan menghadirkan kehidupan masyarakat yang aman, sehat, cerdas, produktif dan sejahtera,” katanya.

Efisiensi Anggaran Harus Melahirkan Inovasi

Falent mengakui pemerintah daerah saat ini menghadapi tuntutan efisiensi anggaran. Namun, ia meminta seluruh jajaran menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum untuk memperbaiki tata kelola keuangan dan melahirkan inovasi.

“Efisiensi anggaran harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola keuangan dan mendorong lahirnya inovasi. Efisiensi bukanlah alasan untuk berhenti membangun,” tegasnya.

Ia menekankan setiap rupiah uang rakyat harus dikelola secara cermat, tepat sasaran, transparan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Dalam konteks pertumbuhan ekonomi, Pemkab TTU akan terus membuka ruang bagi investasi di sektor strategis, termasuk industri garam Pantai Utara dengan nilai investasi sekitar Rp2 triliun, pengembangan pasar perbatasan PLBN Napan, serta peternakan sapi modern.