Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Selain membangun infrastruktur publik, Bupati Falent dan Wakil Bupati Kamilus juga berhasil membuka ruang bagi investor untuk masuk dan mengelola potensi daerah, salah satunya industri garam di wilayah Pantai Utara dengan nilai investasi sekitar Rp2 triliun,” kata Elias.
Menurutnya, masuknya investasi menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya dapat mengandalkan kemampuan fiskal pemerintah.
Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dinilai penting untuk mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki TTU.
PLBN Napan Didorong jadi Gerbang Ekonomi
Selain industri garam, pemerintah daerah juga mendorong kawasan ekonomi perbatasan melalui pengembangan pasar di PLBN Napan.
Elias berharap keberadaan pasar tersebut dapat menjadi pintu masuk aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di TTU.
“Pasar perbatasan di PLBN Napan kita harapkan menjadi gerbang ekonomi bagi masyarakat perbatasan, khususnya pelaku UMKM TTU,” ujarnya.
Menurut Elias, posisi TTU yang berbatasan langsung dengan Timor Leste memberikan peluang besar untuk mengembangkan perdagangan lintas kawasan dan memperkuat perekonomian masyarakat lokal.
Peternakan Sapi Modern jadi Sektor Strategis
Pemerintah Kabupaten TTU juga membuka peluang investasi di sektor peternakan sapi yang dikembangkan dengan pendekatan modern di sejumlah wilayah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan