Kupang, RakyatNTT.ID – Momentum 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia akan dimaknai dengan cara berbeda oleh sejumlah organisasi dan komunitas di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

DPD GAMKI NTT bersama PIAR NTT dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kupang akan menggelar bedah buku #Reset Indonesia: Gagasan tentang Indonesia Baru, Selasa, 25 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 16.00 WITA di Sekretariat DPD GAMKI NTT, Jalan Kramat Jati Nomor 15, Tofa, Kota Kupang.

Iklan

Bedah buku ini diharapkan menjadi ruang refleksi kritis terhadap perjalanan Indonesia selama 81 tahun merdeka sekaligus membahas arah pembangunan Indonesia ke depan, khususnya dari perspektif daerah dan Indonesia Timur.

#Reset Indonesia Soroti Persoalan Bangsa

Buku #Reset Indonesia: Gagasan tentang Indonesia Baru memiliki ketebalan 448 halaman dan merupakan karya kolaborasi empat jurnalis lintas generasi, yakni Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu.

Buku tersebut lahir dari perjalanan dan ekspedisi panjang selama kurang lebih 15 tahun. Melalui perjalanan tersebut, para penulis berupaya membaca berbagai persoalan sosial, lingkungan, ekonomi, dan politik yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Sejumlah persoalan yang disoroti antara lain ketimpangan penguasaan lahan, konflik agraria, kerusakan lingkungan, ketidakadilan dalam pengelolaan sumber daya alam, hingga model pembangunan yang dinilai belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan secara adil dan merata.

Persoalan-persoalan tersebut kemudian menjadi bahan refleksi mengenai seperti apa Indonesia yang diharapkan setelah lebih dari delapan dekade merdeka.

AJI Kupang: Kemerdekaan Perlu Terus Diuji

Ketua AJI Kupang, Djemi Amnifu, mengatakan Kota Kupang dipilih sebagai salah satu ruang untuk mendiskusikan gagasan dalam buku tersebut karena isu yang diangkat memiliki relevansi kuat dengan kondisi pembangunan di NTT.

Menurut Djemi, momentum 81 tahun kemerdekaan tidak seharusnya hanya menjadi perayaan seremonial. Kemerdekaan juga perlu menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana pembangunan benar-benar menghadirkan keadilan bagi masyarakat.

“Buku ini penting dibaca dan diperdebatkan, terutama dalam momentum 81 tahun Indonesia merdeka. Kemerdekaan tidak cukup hanya kita peringati, tetapi perlu terus diuji: sejauh mana pembangunan menghadirkan keadilan, melindungi lingkungan dan sumber daya masyarakat, serta melahirkan kebijakan publik yang transparan dan berpihak kepada warga,” ujar Djemi.

Hadirkan Sejumlah Tokoh dan Aktivis

Bedah buku #Reset Indonesia di Kupang akan menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang.

Salah satu penulis buku, Dandhy Laksono, akan hadir bersama Sudirman Said dari Konferensi Republik, Yanuar Nugroho dari Nalar Institute, Sarah Lerry Mboeik dari PIAR NTT, serta Dicky Senda dari Lakoat Kujawas.

Diskusi akan dimoderatori oleh Winston N. Rondo, Ketua DPD GAMKI NTT.

Kehadiran para pembicara tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam membahas gagasan tentang Indonesia Baru, terutama dengan mempertemukan pengalaman jurnalisme, gerakan masyarakat sipil, kebijakan publik, hingga pengalaman komunitas di daerah.

Suara NTT dan Indonesia Timur jadi Bagian Penting

Penyelenggara menegaskan bahwa bedah buku ini tidak diarahkan hanya menjadi diskusi mengenai isi sebuah buku.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai perjalanan Indonesia selama 81 tahun sekaligus membicarakan masa depan bangsa dari perspektif masyarakat daerah.

Pengalaman NTT dinilai penting untuk masuk dalam percakapan tersebut, mengingat daerah ini masih menghadapi berbagai persoalan seperti kemiskinan, ketimpangan pembangunan, konflik sumber daya alam, krisis ekologis, serta keterbatasan akses terhadap pelayanan publik.

Penyelenggara memandang gagasan tentang masa depan Indonesia tidak semestinya hanya dibicarakan dari pusat kekuasaan. Pengalaman masyarakat di daerah, termasuk kawasan Indonesia Timur, perlu menjadi bagian penting dalam merumuskan gagasan mengenai Indonesia yang lebih adil.

Dengan demikian, diskusi #Reset Indonesia di Kupang diharapkan dapat membuka ruang kritis bagi masyarakat untuk mempertanyakan kembali arah pembangunan nasional dan posisi daerah dalam perjalanan Indonesia ke depan.

Kolaborasi Lintas Organisasi

Kegiatan bedah buku ini merupakan kolaborasi DPD GAMKI NTT, PIAR NTT, AJI Kupang, Konferensi Republik, Nalar Institute, dan Lakoat Kujawas.

Karena kapasitas tempat terbatas, masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan tersebut diwajibkan melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada panitia. (*/rnc)