Dari jumlah orang yang hilang tersebut, ratusan di antaranya merupakan wisatawan. Data terbaru menyebut 579 wisatawan masuk dalam daftar orang yang belum ditemukan. Selain itu, terdapat 44 personel Angkatan Darat Nepal, 28 polisi, dan 13 personel Armed Police Force yang juga dilaporkan hilang.

Ratusan Wisatawan Asing Belum Ditemukan

Bencana ini turut menjadi perhatian internasional karena sejumlah warga negara asing berada di kawasan yang diterjang banjir bandang.

Nepal Tourism Board melaporkan 590 wisatawan belum dapat dihubungi, terdiri atas 476 warga negara asing dan 114 warga Nepal.

Warga India menjadi kelompok warga asing terbesar dalam daftar tersebut. Mereka disusul warga Amerika Serikat, Ukraina, Australia, Inggris, Kanada, Jerman, Singapura, dan Afrika Selatan.

Sebagian wisatawan diketahui berada di kawasan tersebut untuk melakukan perjalanan menuju destinasi spiritual Kailash Mansarovar di Tibet.

Kondisi tersebut membuat sejumlah negara ikut memantau proses pencarian dan berkoordinasi untuk memastikan keberadaan warganya.

Jika data korban hilang dari Nepal dan Tibet digabungkan, jumlah orang yang belum ditemukan mencapai lebih dari 1.300 orang.

Di wilayah Tibet, China, sebanyak 558 orang dilaporkan hilang, termasuk 260 warga negara asing. Tiga orang juga dilaporkan meninggal dunia.

Banjir Bandang Diduga Dipicu Runtuhnya Gletser

Banjir yang menerjang perbatasan Nepal-China bukan semata-mata disebabkan curah hujan tinggi.