Keputusan menghentikan kendaraan dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan seluruh personel sekaligus merusak atau menghambat distribusi bantuan bagi pengungsi.

Minta Bantuan Kendaraan Terdekat

Setelah kendaraan berhenti di lokasi yang dianggap aman, rombongan kemudian berupaya mencari bantuan melalui komunikasi telepon.

Sekitar pukul 15.30 WITA, satu unit truk TNI yang juga membawa bantuan untuk korban gempa segera mendatangi lokasi.

Iklan

Selain itu, satu unit mobil pikap milik BPBD Kabupaten Ende yang berada di sekitar lokasi turut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi bantuan dan penanganan kendaraan yang mengalami gangguan teknis.

Proses tersebut dilakukan agar bantuan yang dibawa tidak tertahan terlalu lama dan dapat segera diteruskan kepada masyarakat terdampak.

Distribusi Bantuan Kembali Dilanjutkan Malam Hari

Setelah proses penanganan kendaraan dan evakuasi logistik dilakukan, mobilisasi bantuan kembali dilanjutkan sekitar pukul 20.00 WITA.

Dengan menggunakan kendaraan yang sama, rombongan meneruskan perjalanan menuju Kecamatan Maukaro.

Distribusi bantuan kemudian berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WITA.

Perjalanan panjang dan kondisi medan yang sulit tidak menyurutkan upaya personel gabungan untuk memastikan bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

10 Personel Gabungan Terlibat dalam Misi

Sepuluh personel yang terlibat dalam perjalanan distribusi bantuan tersebut terdiri dari enam anggota TNI, tiga personel Basarnas/BNPB Unit Ende, serta satu wartawan dari RakyatNTT.ID.