Tambolaka, RakyatNTT.ID – Sebanyak sembilan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima bantuan peralatan vokasional dari pemerintah.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati SBD, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, di Aula Kantor Dinas Sosial Kabupaten SBD, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten SBD beserta jajaran, para penerima bantuan, serta insan pers.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten SBD Lukas Pati Mone mengatakan, bantuan diberikan kepada sembilan PPKS yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan keterampilan selama tiga bulan di Sentra Efata Kupang, unit pelaksana teknis Kementerian Sosial Republik Indonesia.

“Para penerima bantuan ini sebelumnya telah mendapatkan pelatihan selama tiga bulan di Sentra Efata Kupang. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung mereka untuk mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh,” ujar Lukas.

Adapun bantuan vokasional yang diserahkan berupa tiga unit mesin jahit, satu unit mesin obras, serta lima paket peralatan perbengkelan.

Wakil Bupati SBD Dominikus Alphawan Rangga Kaka mengapresiasi dukungan Kementerian Sosial melalui Sentra Efata Kupang yang telah bekerja sama dengan Dinas Sosial SBD.

“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial melalui Sentra Efata Kupang yang telah berinergi secara konkret dan berkelanjutan bersama Dinas Sosial SBD,” kata Dominikus.

Menurut dia, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi, mencegah eksploitasi anak, sekaligus membuka peluang kerja dan usaha mandiri bagi penerima manfaat.

Dominikus meminta para penerima bantuan menjaga dan merawat peralatan yang telah diberikan.

Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi, tetapi dapat menjadi modal untuk membuka usaha mandiri di desa masing-masing.

“Jadikan alat ini sebagai modal untuk membuka usaha mandiri di desa masing-masing guna meningkatkan taraf hidup keluarga,” ujarnya.

Selain membuka usaha, para penerima bantuan juga diminta membagikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan kepada masyarakat di lingkungan sekitar.

Dominikus berharap keterampilan tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Para peserta juga kami harapkan dapat membagi ilmu dan keterampilan kepada masyarakat di sekitar,” kata dia. (*/rnc)