Menurutnya, perguruan tinggi tidak seharusnya hanya menjalankan fungsi akademik di dalam kampus. Dalam situasi bencana, ilmu pengetahuan dan sumber daya yang dimiliki perguruan tinggi harus dapat diterapkan secara langsung untuk membantu masyarakat.

Bencana gempa Flores juga menjadi momentum bagi sivitas akademika untuk belajar mengenai penanganan bencana, mitigasi, serta upaya mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

20 Personel Undana Bawa Bantuan ke Lokasi Gempa

Pembina Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Undana, Nixon Rammang, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa keberangkatan 20 personel merupakan bagian dari aksi kemanusiaan institusi Undana.

Iklan

Dalam pelaksanaan di lapangan, Mapala Undana menjadi salah satu ujung tombak operasional tim.

Komposisi tim tahap pertama terdiri atas sembilan anggota Mapala, enam mahasiswa, serta unsur dosen. Mereka berangkat menggunakan armada kendaraan yang sekaligus membawa sembako dan sejumlah perlengkapan pendukung untuk masyarakat terdampak.

Bantuan yang dibawa telah dihimpun berdasarkan data kebutuhan awal masyarakat di wilayah terdampak gempa.

Selain menyalurkan bantuan, tim juga akan melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan pascabencana.

Asesmen jadi Dasar Program KKN Tematik Undana

Tim Kemanusiaan Undana tahap pertama dijadwalkan berada di lokasi bencana selama kurang lebih satu minggu.