Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tangerang, RakyatNTT.ID — Sekitar 1.500 peserta dari berbagai sektor dan generasi berkumpul dalam Nation Building Conference (NBC) 2026 yang digelar di Dome of Harvest, Karawaci, Tangerang, pada 28–29 Agustus 2026.
Mengusung tema “Indonesia yang Kita Yakini”, konferensi ini menjadi ruang perjumpaan bagi pemimpin, profesional, entrepreneur, pendidik, pekerja kreatif, komunitas, tokoh masyarakat, hingga generasi muda untuk bertukar gagasan, memperluas koneksi, serta membangun kolaborasi bagi masa depan Indonesia.
Melansir Akurat.co, NBC 2026 diselenggarakan oleh World Harvest, Ruang Aksi Pemimpin Indonesia (RAPI), dan Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI), bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang.
Ketua Pelaksana NBC 2026, Associate Professor Daniel Runtuwene, mengatakan peserta yang hadir berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.
“Mulai dari Sumatera hingga Papua, semua perwakilan hadir. Dalam konferensi ini, mereka akan saling berkenalan, bertukar ilmu, dan membagikan pengalaman,” ujar Daniel dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Selama dua hari penyelenggaraan, NBC 2026 menghadirkan berbagai perspektif mengenai pembangunan bangsa melalui keynote session, diskusi, masterclass, hingga networking.
Sejumlah sektor dipertemukan dalam satu forum, mulai dari Art, Business, Community, Digital Media, Education, hingga Family & Health/Humanitarian.
Menurut Daniel, konferensi tersebut tidak hanya menjadi forum bertukar gagasan. NBC 2026 juga akan menghasilkan white paper yang memuat sejumlah usulan untuk disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia.
“Melalui NBC ini, kami juga akan menyusun white paper berisi poin-poin usulan yang nantinya disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia,” katanya.
Semangat utama NBC 2026 dirangkum melalui gagasan lintas sektor, lintas generasi, satu keyakinan.
Konferensi ini berangkat dari pandangan bahwa pembangunan bangsa bukanlah pekerjaan satu kelompok, sektor, ataupun generasi. Karena itu, sekitar 1.500 peserta diajak menjawab pertanyaan mengenai Indonesia yang mereka yakini sekaligus peran yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya.
Semangat Creativity, Connection & Collaboration menjadi salah satu pesan utama sepanjang konferensi. Gagasan yang lahir diharapkan tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi berlanjut menjadi aksi dan kolaborasi nyata.
Hadirkan Sejumlah Tokoh Nasional
Rangkaian NBC 2026 dibuka dengan sambutan Founder Ruang Aksi Pemimpin Indonesia dan Satu Cerita Untuk Indonesia sekaligus Dewan Pembina NBC, Dr. Jimmy B. Oentoro, bersama Wakil Gubernur Banten, Dr. H. Raden Achmad Dimyati Natakusumah.
Sejumlah tokoh nasional kemudian hadir dalam sesi keynote untuk menyampaikan perspektif mengenai masa depan Indonesia.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Pandjaitan, membahas pentingnya pemanfaatan teknologi pemerintahan melalui Govtech. Ia juga menyoroti berbagai inovasi yang lahir dari putra-putri Indonesia.
Luhut menyampaikan optimisme terhadap potensi Indonesia sekaligus pentingnya keberanian untuk terus berinovasi dan mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan perspektif dari sektor energi dan sumber daya mineral dalam pembahasan mengenai pembangunan Indonesia.
Ketua Umum PIKI sekaligus Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengangkat tema “Indonesia yang Gotong Royong dalam Pembangunan Bangsa.”
Pembahasan kemudian dilanjutkan Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, Ph.D., Ketua STFT Jakarta sekaligus Wakil Ketua Umum PIKI, dengan tema “Iman yang Mengubah Bangsa: SDM & Kepemimpinan Kristen bagi Indonesia.”
Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi, Founder & CEO PT Astronacci International, turut memberikan perspektif melalui tema “Indonesia yang Mampu Menavigasi Arah Dunia dan Masa Depan Bangsa.”
Toleransi Lintas Agama jadi Sorotan
Pesan tentang keberagaman dan toleransi juga menjadi bagian penting dalam NBC 2026 melalui talkshow “Indonesia yang Kita Yakini: Suara Bangsa Toleransi.”
Talkshow tersebut mempertemukan tokoh dari berbagai latar belakang agama, di antaranya Pdt. Marcel Saerang, Founder Yayasan Menolong Sesama; Gugun Gumilar, Ph.D., Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Kerukunan, Pelayanan Agama, dan Pengawasan; serta Pdt. Dr. Gilbert Lumoindong, M.Th., Founder GBI Glow Fellowship Centre.
Turut hadir Romo Antonius Suhardi Antara, Pr atau Romo Aan, Pastor Kepala Paroki Bojong Indah; Assoc. Prof. Dr. Yan Mitha Djaksana, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah); serta Js. Kristan, Ketua Umum Generasi Muda Konghucu Indonesia (Gemaku).
Kehadiran tokoh lintas agama dalam satu panggung memperkuat pesan bahwa toleransi dan keberagaman merupakan bagian penting dalam membangun Indonesia.
Masterclass Bahas Bisnis, Pendidikan hingga Kemanusiaan
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti berbagai masterclass lintas sektor.
Pada Art & Digital Masterclass bertema “Winning Indonesia’s Future Through Culture and Digital Transformation”, hadir Mira Hoeng, Founder Miwa Pattern; Robert Ronny, CEO Paragon Pictures; Noudhy Valdryno, Head of Public Policy TikTok Indonesia; serta Lady Diandra, Koordinator Komunikasi Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) RI.
Sementara itu, Business Masterclass bertema “Building Businesses That Build the Nation” menghadirkan Maulidan Isbar, Ketua Umum Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI); Jeffri Susanto, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Biofarma Tbk.; serta Irvan Bastian Arief, Ph.D., Vice President of Data and AI Tiket.com.
Untuk sektor komunitas dan kemanusiaan, Community & Humanitarian Masterclass mengangkat tema “From Communities to National Impact: Leading with Humanity in Public Service.” Sesi ini menghadirkan Dr. Dr. Taufiq Supriadi Yusuf, Inisiator Gerakan Pencegah Krisis Planet, dan Romi Ardiansyah, Ketua Umum Humanitarian Forum Indonesia.
Adapun Education, Family & Health Masterclass bertema “Educating the Future Through Strong Schools & Families” menghadirkan Prof. Dr. Ir. Yohannes Kurniawan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan BINUS University; Dr. Suwarsono, Direktur Pendidikan Kristen Ditjen Bimas Kementerian Agama RI; Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, Founder Health Collaborative Center; serta Novita Tandry, Founder NTO Childcare & Early Education.
Suara Indonesia Timur Mendapat Panggung
Perspektif dari kawasan timur Indonesia juga mendapat ruang khusus melalui sesi “Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur: Suara dari Indonesia Timur.”
Sesi tersebut dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Ribka Haluk dan dilanjutkan talkshow bersama sejumlah tokoh dari kawasan timur Indonesia.
Mereka antara lain Dr. Filep Wamafma, Anggota DPD RI Dapil Papua Barat; Prof. Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, Anggota Dewan Energi Nasional; dr. Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes., Ketua Umum Cendekiawan Perempuan Papua; Dr. (Cand.) Billy Mambrasar, Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua; serta Diben Elaby, S.Th., Wakil Ketua I DPRD Provinsi Papua Tengah.
Sesi ini menjadi ruang untuk menyuarakan berbagai perspektif mengenai kedaulatan, keadilan, pemerataan pembangunan, serta masa depan masyarakat di kawasan timur Indonesia.
Pengurus RAPI NTT Ikut Berpartisipasi
Sementara itu, dari NTT, ikut hadir dalam konferensi ini Ketua DPW RAPI NTT, Simson A. Lawa dan Sekretaris DPW RAPI NTT Firda Riwu Kore. Simson memberi apresiasi terhadap perhelatan konferensi yang diikuti para pemimpin dari berbagai elemen.
Konferensi ini memberikan pengalaman serta pengetahuan tentang kebangsaan serta membuka wawasan untuk mengisi pembangunan berbangsa dan bernegara.
“Luar biasa. Sebuah event yang membangun mindset positif kita dalam membangun bangsa dan negara di tengah perkembangan teknologi informasi,” kata Jimmy-sapaan karib Ketua DPW Partai Perindo NTT ini.
Fokus pada Generasi Muda dan Kecerdasan Buatan
Rangkaian NBC 2026 ditutup melalui sesi “From School/Campus to National Competitiveness: AI & Future” bersama Achmad Adhitya, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Pendidikan, Riset, Inovasi, dan Hilirisasi.
Pembahasan menyoroti kesiapan generasi muda Indonesia menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan perubahan dunia yang semakin cepat.
Berakhirnya NBC 2026 menjadi penanda bahwa pembangunan Indonesia membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Perbedaan sektor, generasi, pengalaman, dan keahlian justru dapat menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.
Para pemimpin bertemu dengan generasi muda, profesional bertemu entrepreneur, pendidik bertemu pekerja kreatif, sementara komunitas terhubung dengan berbagai sektor lainnya.
Dari perjumpaan tersebut, koneksi terbentuk, gagasan berkembang, dan peluang kolaborasi terbuka.
Pada akhirnya, pesan yang dibawa NBC 2026 sederhana: Indonesia yang kita yakini tidak dibangun oleh satu orang atau satu generasi, tetapi oleh kita bersama. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan