Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, kemiskinan mental menjadi tantangan besar yang harus diatasi karena sangat memengaruhi kemampuan masyarakat untuk bangkit dari kemiskinan material.
Ia berharap para mahasiswa mampu menjadi agen perubahan dengan membawa ilmu pengetahuan, inovasi, serta semangat positif kepada masyarakat selama menjalankan pengabdian di desa.
“Parameter kemiskinan tidak semata-mata bersifat materialistik. Ada kemiskinan mental yang harus kita lawan bersama. Jadilah bagian dari solusi bagi masyarakat, manfaatkan sebaik mungkin KKN sebagai sarana belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat,” tegas Fauzan.
Mahasiswa Didorong Berkontribusi Nyata di 100 Desa
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Haris, mengapresiasi sinergi seluruh kementerian, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi yang terlibat dalam penyelenggaraan KKN Tematik GENTASKIN Batch II.
Ia berharap ribuan mahasiswa yang diterjunkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa sekaligus memperoleh pengalaman berharga dalam mengembangkan kepemimpinan, kepekaan sosial, dan kemampuan menyelesaikan persoalan di lapangan.
“Besar harapan kami, semangat pengabdian yang dimulai hari ini akan tumbuh menjadi kontribusi nyata di 100 desa sasaran, tempat mahasiswa GENTASKIN menemukan ruang untuk berkarya, berinovasi, dan turut membangun kemandirian masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujar Abdul Haris.
Kabupaten Kupang Bangga jadi Tuan Rumah
Sementara itu, Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, menyampaikan rasa bangga karena Kabupaten Kupang dipercaya menjadi tuan rumah peluncuran sekaligus pelepasan mahasiswa KKN Tematik GENTASKIN Batch II.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan