Menurutnya, program tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat desa sekaligus belajar mengenai nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kearifan lokal yang berkembang di Kabupaten Kupang.

Ia menilai kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat akan menghasilkan pembelajaran yang saling melengkapi.

“Mahasiswa hadir membawa ilmu dan gagasan, sementara masyarakat menghadirkan pengalaman, nilai-nilai kehidupan, serta kearifan lokal yang tidak ditemukan di bangku kuliah. Di situlah kolaborasi yang sesungguhnya tumbuh,” kata Aurum.

Iklan

Implementasi Instruksi Presiden

KKN Tematik GENTASKIN merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Program ini menempatkan pengentasan kemiskinan ekstrem sebagai salah satu prioritas nasional yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi.

Melalui keterlibatan 2.319 mahasiswa di 100 desa, KKN Tematik GENTASKIN Batch II diharapkan mampu memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting, pemberdayaan masyarakat, serta pengentasan kemiskinan ekstrem di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)