Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alphawan R. Kaka, menyerahkan secara simbolis bantuan produk olahan abon ikan kepada balita stunting di Desa Rada Mata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kamis (16/7/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan stunting sekaligus mendorong pemberdayaan pelaku usaha mikro di sektor perikanan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten SBD, drh. Heryanto B. Boro beserta jajaran, Kepala Desa Rada Mata Paulus Natara bersama perangkat desa, kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, para orang tua dan balita penerima bantuan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 26 balita stunting menerima bantuan produk olahan abon ikan. Mereka merupakan bagian dari 448 sasaran balita yang ada di Desa Rada Mata.
Dalam sambutannya, Angga Kaka menyampaikan apresiasi kepada kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang telah mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar ikan, seperti abon ikan, nugget ikan, bakso ikan, dan produk lainnya.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang telah memproduksi berbagai diversifikasi produk olahan ikan. Ini merupakan langkah nyata dalam mendukung perbaikan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Angga Kaka.
Ia menegaskan, pemanfaatan hasil perikanan lokal merupakan strategi yang mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berkembang dan memiliki daya saing.
Angga Kaka juga mengingatkan bahwa upaya menekan angka stunting dan kemiskinan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata.
Menurut dia, dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat.
“Penanganan stunting dan kemiskinan memerlukan sinergi semua pihak. Dengan bekerja bersama, kita dapat menghasilkan program yang lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung berbagai program pembangunan pemerintah, menjaga kesehatan keluarga, serta memanfaatkan potensi daerah melalui pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal.
Usai memberikan sambutan, Wakil Bupati Angga Kaka menyerahkan secara simbolis bantuan produk olahan abon ikan kepada balita stunting. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten SBD. (rnc29)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan