Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selama ini, banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan, hingga pemerintah daerah di NTT masih menghadapi keterbatasan tenaga ahli dalam merancang strategi bisnis digital, pengelolaan data, maupun pengembangan platform perdagangan elektronik (e-commerce).
Akibatnya, berbagai institusi masih bergantung pada konsultan dari luar daerah dengan biaya yang relatif tinggi.
Di sisi lain, potensi produk unggulan daerah seperti tenun ikat, hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan sektor ekonomi kreatif belum mampu menembus pasar global secara optimal karena minimnya penguasaan strategi pemasaran digital.
Siapkan Arsitek Ekonomi Digital Daerah
Melalui kehadiran Prodi Magister Bisnis Digital, Undana menargetkan lahirnya tenaga profesional yang mampu menjadi penggerak transformasi ekonomi berbasis teknologi di NTT.
Lulusan program ini diharapkan mampu mendampingi UMKM, membangun sistem bisnis digital, memperkuat pemasaran berbasis data, hingga mendorong inovasi yang meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
Selain itu, keberadaan program ini juga diproyeksikan membuka peluang lahirnya lapangan kerja baru di sektor ekonomi kreatif, mengurangi ketergantungan terhadap tenaga ahli dari luar daerah, serta menekan arus migrasi talenta muda NTT ke luar pulau.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan