Karena itu, pembukaan program serupa di Undana dinilai memiliki peluang besar menjadikan kampus tersebut sebagai pelopor pendidikan bisnis digital di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Direktur Pascasarjana Undana, Dr. Hamza H. Wulakada, mengatakan pemilihan tema workshop tidak terlepas dari proses persiapan pembukaan program studi baru tersebut.

“Kami sengaja mengangkat tema ini karena salah satu program studi yang sedang kami persiapkan adalah Magister Bisnis Digital. Forum ilmiah seperti ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pematangan pengusulan program studi tersebut agar linear dengan kebutuhan kompetensi masyarakat di era modern,” ujarnya.

Iklan

Digitalisasi Bukan Sekadar Teknologi

Dalam paparannya, akademisi Ilmu Komputer Undana, Dr. Dony Martinus Sihotang, M.Sc., menjelaskan bahwa transformasi digital bukan hanya sebatas penggunaan teknologi, melainkan perubahan cara kerja organisasi untuk menciptakan nilai tambah baru.

Menurutnya, kemampuan membangun strategi bisnis berbasis digital akan menjadi kompetensi utama yang dibutuhkan dunia usaha pada masa mendatang.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Stefano Rizki Adranacus, yang mengikuti kegiatan secara daring melalui perwakilannya, Agustinus Lawo Brewon, menyatakan komitmennya untuk mendukung proses pembukaan program studi tersebut melalui koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dorong Transformasi Ekonomi Digital NTT

Rencana pembukaan Magister Bisnis Digital tidak hanya diproyeksikan memperkuat sektor pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi fondasi percepatan transformasi ekonomi digital di Nusa Tenggara Timur.