Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat tata kelola institusi melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Manajemen Risiko yang berlangsung selama empat hari, mulai 8 hingga 11 Juli 2026.
Sebanyak 31 pimpinan unit, dosen, dan tenaga kependidikan mengikuti program strategis tersebut sebagai bagian dari transformasi menuju World Class University.
Pelatihan yang digagas Satuan Pengawas Internal (SPI) Undana ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan memitigasi berbagai risiko operasional maupun keuangan yang berpotensi memengaruhi kinerja institusi.
Selain memperkuat budaya tata kelola yang baik, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) yang mewajibkan setiap instansi pemerintah menerapkan manajemen risiko secara terintegrasi.
Digelar Empat Hari, Peserta Disiapkan Hadapi Uji Sertifikasi Nasional
Pelatihan berlangsung secara bertahap di dua lokasi berbeda untuk memaksimalkan proses pembelajaran.
Pada 8–9 Juli 2026, kegiatan dilaksanakan di Aula Prof. Agus Benu, Gedung Pascasarjana Undana. Selanjutnya, pada 10–11 Juli, pelatihan berlanjut di Jasphire Room, On The Rock Hotel Kupang dengan fokus pada pendalaman materi teknis serta simulasi menghadapi uji kompetensi.
Seluruh peserta dipersiapkan mengikuti Uji Kompetensi Sertifikasi Manajemen Risiko yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Agustus 2026.
Targetkan 31 Sertifikat Profesi Manajemen Risiko
Melalui program ini, Undana menargetkan seluruh peserta memperoleh sertifikasi profesi sesuai jenjang kompetensinya.
Rinciannya meliputi:
- 22 peserta mengikuti skema Certified Risk Associate (CRA).
- 7 peserta mengikuti skema Certified Risk Professional (CRP).
- 2 peserta mengikuti skema Certified Project Risk Manager (CPRM).
Sertifikasi tersebut diharapkan melahirkan tenaga profesional yang mampu membangun sistem pengelolaan risiko secara terstruktur di setiap unit kerja dan fakultas.
Prof. Chaterina: Manajemen Risiko Harus Menjadi Budaya Organisasi
Ketua SPI Undana, Prof. Dr. Chaterina Agusta Paulus, S.Pi., M.Si., CRA., CRP., CPRM, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pimpinan dan seluruh peserta agar mampu mengintegrasikan manajemen risiko dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Menurutnya, pemetaan risiko secara sistematis akan membantu institusi mengantisipasi berbagai potensi hambatan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Satuan Pengawas Internal Undana telah mengantongi sertifikasi ISO 31000:2018 untuk manajemen risiko. Melalui pelatihan ini kami berharap semakin banyak unit kerja dan fakultas yang siap meraih sertifikasi serupa,” jelas Prof. Chaterina.
Ia juga mengungkapkan bahwa Fakultas Hukum Undana menjadi pelopor dalam program tersebut dengan mengirimkan tujuh peserta, jumlah terbanyak dibandingkan fakultas lainnya.
Penyusunan Risk Register jadi Kunci Tata Kelola Modern
Dekan Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (FPKP) Undana, Dr. Ir. Agnette Tjendawangi, M.Si, yang turut menjadi peserta, menilai pemahaman mengenai manajemen risiko sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan administrasi di lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, setiap program kerja harus diawali dengan identifikasi risiko agar langkah mitigasi dapat disusun secara tepat sejak awal.
Pandangan serupa disampaikan Anggota Tim SAKIP Undana, Santhy Chamdra, SP., M.Si, yang menekankan pentingnya penyusunan risk register pada setiap unit kerja.
“Setiap pelaksanaan program kerja wajib disertai penyusunan risk register yang matang sehingga langkah mitigasi sudah tersedia ketika risiko muncul. Baik risiko operasional maupun keuangan harus dipetakan secara sistematis,” ujarnya.
Perkuat Akuntabilitas dan Cegah Risiko Sejak Dini
Pelatihan dan sertifikasi ini diharapkan mampu mengubah pola pengelolaan institusi dari yang sebelumnya bersifat reaktif menjadi lebih preventif.
Dengan hadirnya SDM yang tersertifikasi, setiap fakultas dan unit kerja di Undana akan memiliki kemampuan menyusun peta risiko, melakukan pengendalian internal, serta mengantisipasi potensi penyimpangan administrasi maupun kerugian keuangan sejak dini.
Langkah tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan akuntabilitas birokrasi, efisiensi penggunaan anggaran, serta kepatuhan terhadap regulasi SPIP.
Percepat Transformasi Undana Menuju World Class University
Melalui pelatihan ini, Universitas Nusa Cendana tidak hanya membangun kompetensi individu, tetapi juga memperkuat fondasi tata kelola institusi secara menyeluruh.
Keberadaan tenaga profesional bersertifikat CRA, CRP, dan CPRM akan menjadi modal penting dalam menciptakan sistem pengelolaan risiko yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel.
Dengan tata kelola yang semakin kuat, Undana optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kepercayaan publik, serta mempercepat langkah menuju World Class University yang berdaya saing di tingkat internasional. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan