Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat sektor peternakan sebagai penopang ekonomi keluarga di wilayah lahan kering.
Desa Fatukoko Dipilih karena Krisis Air Bersih
Ketua Tim PMKI dari ITB, Prof. Dr. Muhammad Ali Zulfikar, menjelaskan bahwa Desa Fatukoko dipilih karena masih menghadapi keterbatasan akses air bersih, terutama saat musim kemarau.
Selama ini, sebagian besar warga mengandalkan air sungai tanpa proses pengolahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebelum teknologi filtrasi diterapkan, tim terlebih dahulu melakukan pengambilan sampel air dan pengujian laboratorium guna memastikan efektivitas sistem penyaringan.
Dalam kegiatan yang melibatkan sekitar 25 warga, aparat desa, tokoh masyarakat, dan Camat Mollo Barat, tim tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga mengajak masyarakat merakit, memasang, hingga mengoperasikan instalasi filtrasi secara langsung.
“Dari hasil demonstrasi, terlihat perbedaan kualitas fisik yang cukup jelas antara air sebelum dan sesudah melewati proses filtrasi sederhana ini. Walaupun hasil pengujian setelah instalasi akhir masih menunggu evaluasi lanjutan, kami tetap menganjurkan masyarakat untuk memasak air hasil filtrasi sebelum dikonsumsi,” jelas Prof. Muhammad Ali Zulfikar.
Teknologi Dipadukan dengan Kearifan Lokal
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, menyambut baik kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan