Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT diminta segera memperbaiki validitas data jaminan sosial agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Kemiskinan NTT Masih 17,50 Persen

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah NTT, Yohanes Oktovianus, mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan di NTT saat ini masih berada di angka 17,50 persen atau sekitar 1,03 juta jiwa, dengan mayoritas berada di wilayah pedesaan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.

Iklan

Dari Bansos Menuju Pemberdayaan

Peluncuran Program Garuda melalui konsorsium perguruan tinggi dinilai menjadi langkah strategis untuk mengubah pendekatan penanggulangan kemiskinan di NTT.

Pemerintah berharap paradigma bantuan sosial yang bersifat jangka pendek dapat bergeser menuju pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Melalui riset yang terintegrasi, kampus diharapkan mampu menghasilkan teknologi tepat guna yang meningkatkan produktivitas petani, peternak, dan nelayan sehingga masyarakat menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

Di sisi lain, penguatan pendidikan dan pembenahan data sosial juga diharapkan mampu menekan angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.