Ia menegaskan seluruh sivitas akademika Undana siap memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

“Kehadiran Bapak Wamendiktisaintek dan seluruh jajaran pemerintah menjadi energi baru bagi Undana untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Jefri juga menyatakan Undana akan menjadikan konsep “Kampus Berdampak” sebagai komitmen nyata melalui penyusunan grand design riset pengentasan kemiskinan yang berbasis kebutuhan masyarakat NTT.

Pemerintah Soroti Akurasi Data Kemiskinan

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., mengkritik belum optimalnya efektivitas program pengentasan kemiskinan.

Ia menilai besarnya anggaran negara belum memberikan hasil maksimal akibat lemahnya koordinasi antarinstansi.

Selain itu, Abdul Haris juga menyoroti masih tingginya exclusion error, yakni kondisi ketika masyarakat miskin yang berhak menerima bantuan sosial justru belum masuk dalam basis data penerima manfaat.