Menurutnya, kolaborasi antarkampus akan menghasilkan solusi yang lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.

“Kita harus meninggalkan ego kompetisi dan beralih pada kolaborasi. Kepercayaan masyarakat kepada kampus harus dijaga melalui karya nyata yang memberi manfaat langsung,” ujarnya.

Kemiskinan Tidak Hanya Soal Ekonomi

Fauzan menjelaskan bahwa kemiskinan memiliki dua dimensi utama.

Pertama adalah kemiskinan struktural yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Sedangkan dimensi kedua adalah kemiskinan mental, yakni persoalan budaya, pola pikir, dan sikap hidup yang menurutnya menjadi tanggung jawab moral dunia pendidikan.

Untuk memperkuat peran perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi menyiapkan skema co-funding bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Melalui mekanisme tersebut, anggaran riset di setiap Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kampus akan disinergikan guna menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Undana Siap jadi Mitra Strategis Pemerintah

Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyambut baik arahan pemerintah pusat.