Penelitian ini sekaligus mengoreksi paradigma lama yang selama ini terlalu menitikberatkan pada pemberian makanan tambahan, vitamin, atau intervensi medis semata.

Melalui pendekatan berbasis budaya, agama, relasi keluarga, serta penguatan ekonomi rumah tangga, pemerintah kini memiliki peta jalan intervensi yang lebih komprehensif untuk menurunkan angka stunting.

Kolaborasi antara FISIP Undana dan The Meros Center USA diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi berlanjut dalam bentuk program pengabdian kepada masyarakat, penyusunan rekomendasi kebijakan, serta implementasi model intervensi berbasis riset di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur.

Iklan

Dengan pendekatan tersebut, penanganan stunting di NTT tidak lagi hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh akar persoalan sosial, budaya, gender, ketahanan pangan, dan peran tokoh agama. Langkah ini diyakini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup serta masa depan anak-anak di Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)