Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Vancouver, RakyatNTT.ID – Timnas Swiss memastikan satu tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti dengan skor 4-3.
Pertandingan babak 16 besar yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Rabu (8/7/2026) pagi WIB itu berakhir tanpa gol selama 120 menit sebelum Swiss keluar sebagai pemenang dari titik putih.
Kemenangan tersebut mengantar Swiss melaju ke delapan besar dan akan menghadapi juara bertahan Argentina pada Minggu (12/7/2026) dini hari WIB. Duel ini diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di babak perempat final.
Duel Ketat tanpa Gol Selama 120 Menit
Sejak peluit awal dibunyikan, Swiss dan Kolombia sama-sama tampil disiplin. Kedua tim lebih mengutamakan keseimbangan permainan sehingga peluang bersih sangat minim tercipta sepanjang babak pertama.
Kiper Swiss Gregor Kobel dan penjaga gawang Kolombia Camilo Vargas beberapa kali harus melakukan penyelamatan penting. Namun, solidnya pertahanan kedua tim membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo permainan mulai meningkat. Kolombia mencoba mengambil inisiatif serangan, sementara Swiss mengandalkan transisi cepat untuk membongkar pertahanan lawan.
Meski demikian, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang demi peluang gagal dikonversi menjadi gol. Hingga waktu normal berakhir, papan skor masih menunjukkan angka kacamata.
Kolombia dan Swiss Saling Mengancam di Babak Tambahan
Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Ini menjadi laga pertama di fase 16 besar Piala Dunia 2026 yang harus ditentukan melalui extra time.
Kolombia hampir memecah kebuntuan ketika tandukan bek Jhon Lucumi membentur mistar gawang Swiss. Peluang tersebut menjadi kesempatan terbaik Los Cafeteros sepanjang pertandingan.
Swiss tak tinggal diam. Zeki Amdouni membalas lewat tendangan keras yang memaksa Camilo Vargas melakukan penyelamatan gemilang demi menjaga gawang Kolombia tetap perawan.
Menjelang berakhirnya babak tambahan, Kolombia kembali memperoleh peluang emas setelah Granit Xhaka melakukan kesalahan di area pertahanannya sendiri.
Bola berhasil dikuasai Jaminton Campaz, namun penyelesaiannya gagal berbuah gol setelah Gregor Kobel tampil sigap melakukan penyelamatan penting.
Tidak ada gol yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Gregor Kobel Antar Swiss Menang Adu Penalti
Babak adu penalti berlangsung penuh ketegangan. Juan Quintero membuka keunggulan Kolombia melalui eksekusi yang sukses, sebelum Granit Xhaka menyamakan kedudukan untuk Swiss.
Momentum berubah ketika Davinson Sanchez gagal mencetak gol setelah tendangannya menghantam mistar gawang. Zeki Amdouni kemudian membawa Swiss unggul lewat eksekusi yang tenang.
Jaminton Campaz mampu menyamakan skor untuk Kolombia. Namun drama kembali terjadi saat Manuel Akanji gagal memanfaatkan peluang karena tendangannya melambung di atas mistar.
Kolombia kembali kehilangan kesempatan emas ketika Cucho Hernandez gagal menaklukkan Gregor Kobel. Penyelamatan penting sang kiper membuat Swiss tetap memiliki peluang besar untuk memenangkan pertandingan.
Pada dua penendang terakhir, Cedric Itten sukses menjalankan tugasnya untuk Swiss, sementara Luis Diaz menjaga harapan Kolombia tetap hidup lewat golnya.
Penentuan akhirnya berada di kaki Ruben Vargas. Gelandang Swiss itu tampil tenang dan berhasil mengecoh Camilo Vargas untuk memastikan kemenangan Swiss dengan skor 4-3 dalam adu penalti sekaligus mengunci tiket ke babak perempat final.
Tantangan Berat Menanti Swiss
Keberhasilan menyingkirkan Kolombia menjadi pencapaian penting bagi Swiss yang menunjukkan organisasi permainan disiplin sepanjang turnamen.
Namun tantangan sesungguhnya kini sudah menanti. Di babak perempat final, Swiss akan berhadapan dengan Argentina yang sebelumnya melakukan comeback dramatis untuk mengalahkan Mesir 3-2.
Laga tersebut diprediksi menjadi ujian terbesar Swiss di Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Argentina yang diperkuat Lionel Messi tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi setelah sang kapten kembali mencetak rekor baru di panggung Piala Dunia.
Swiss tentu berharap penampilan solid Gregor Kobel, kokohnya lini belakang, dan efektivitas para algojo penalti dapat menjadi modal untuk memberi kejutan saat menghadapi salah satu favorit juara tersebut. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan