Kupang, RakyatNTT.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Stevano Rizki Adranacus, menemukan persoalan administrasi kependudukan sebagai salah satu penyebab masih banyak siswa dari keluarga kurang mampu kesulitan memperoleh bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

Temuan tersebut mengemuka saat Stevano berdiskusi dengan civitas akademika PAUD dan SD Komodo Inerie usai menghadiri peletakan batu pertama program revitalisasi pendidikan di Kota Kupang, Rabu (22/7/2026).

Kepala Sekolah PAUD dan SD Komodo Inerie, Justina Longga, mengungkapkan bahwa sekolah yang berada di wilayah pinggiran Kota Kupang itu selama ini banyak menampung siswa dari keluarga prasejahtera tanpa membedakan latar belakang ekonomi orang tua.

Menurutnya, sekolah bahkan menetapkan biaya SPP yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp25 ribu per bulan. Namun demikian, masih banyak orang tua yang belum mampu melunasi biaya tersebut karena keterbatasan ekonomi.

“Jujur Kaka Stevano, kami selalu menerima anak untuk sekolah apa pun latar belakang orang tuanya. Kalau boleh dibilang kami sekolah swasta dengan SPP paling murah, hanya Rp25 ribu, dan kadang ada orang tua yang tidak bisa melunasi,” ujar Justina.

Ia menjelaskan, sebagian siswa memang telah menerima bantuan PIP melalui jalur aspirasi DPR RI. Puluhan siswa berhasil memperoleh bantuan tersebut sehingga dapat meringankan beban biaya pendidikan keluarga.