Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Teheran, RakyatNTT.ID – Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas. Serangan udara yang dilancarkan militer AS ke sejumlah wilayah Iran dilaporkan kembali menelan korban jiwa, termasuk seorang anggota angkatan laut Iran yang tewas dalam serangan di Pelabuhan Jask.
Media lokal Iran melaporkan korban bernama Letnan Hamidreza Dehghani, anggota angkatan laut Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.
“Letnan Hamidreza Dehghani, dari angkatan laut angkatan bersenjata Republik Islam, gugur dalam serangan teroris kriminal tadi malam oleh Amerika Serikat di Pelabuhan Jask,” ujar seorang pejabat Iran yang identitasnya tidak diungkapkan, seperti dikutip Al Jazeera, Minggu (12/7/2026).
Korban Tewas Bertambah Menjadi 19 Orang
Selain korban di Pelabuhan Jask, sumber yang dikutip Al Jazeera menyebut seorang anggota militer Iran lainnya juga tewas di Bushehr, wilayah barat daya Iran.
Dengan tambahan korban tersebut, jumlah korban meninggal akibat rangkaian serangan Amerika Serikat selama empat hari terakhir dilaporkan mencapai 19 orang, sementara lebih dari 100 orang mengalami luka-luka.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa korban tidak hanya berasal dari kalangan militer, tetapi juga mencakup warga sipil.
AS Klaim Serang Ratusan Target Militer Iran
Di tengah meningkatnya ketegangan, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukannya telah menggempur 140 target militer Iran hanya dalam operasi yang berlangsung pada Sabtu.
Secara keseluruhan, lebih dari 300 target disebut telah dihantam dalam tiga malam operasi militer berturut-turut.
Menurut pihak militer AS, operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran internasional dan menyerang kapal-kapal sipil maupun komersial yang melintasi jalur strategis di kawasan tersebut.
Iran Klaim Lakukan Serangan Balasan
Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan terjadinya ledakan di sejumlah kota pelabuhan setelah serangan udara Amerika Serikat.
Sebagai respons, Garda Revolusi Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer yang berkaitan dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Iran mengaku berhasil menghancurkan pusat komando dan kendali serta hanggar drone di Yordania, yang merupakan salah satu sekutu utama Amerika Serikat di kawasan.
Selain itu, Iran juga mengklaim menargetkan situs radar milik AS di Kuwait, menyerang fasilitas pendukung serta pengisian bahan bakar kapal induk Amerika Serikat di Oman, hingga menghancurkan pusat perawatan jet tempur dan fasilitas komando di Qatar.
Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas
Rangkaian serangan saling balas antara Amerika Serikat dan Iran semakin meningkatkan kekhawatiran dunia internasional terhadap meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Hingga kini belum ada tanda-tanda kedua negara akan meredakan eskalasi, sementara berbagai pihak terus menyerukan upaya diplomasi untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan