Oelamasi, RakyatNTT.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Hal itu disampaikan Gubernur Melki saat menjadi pembina upacara dalam Apel Bersama Siswa-Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kupang, yang berlangsung di Lapangan Upacara SRT 1 Kabupaten Kupang, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Senin (20/7/2026).

“Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar menghadirkan sekolah gratis, tetapi membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengubah masa depan melalui pendidikan berkualitas,” ujar Gubernur Melki.

Iklan

Apresiasi untuk Presiden Prabowo dan Kemensos

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya menghadirkan Program Sekolah Rakyat sebagai solusi nyata memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh anak Indonesia tanpa memandang latar belakang ekonomi.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf beserta jajaran Kementerian Sosial yang telah menginisiasi serta mengawal pelaksanaan program hingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Menurut Melki, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak agar memperoleh pendidikan terbaik.

“Kesempatan seperti ini tidak dimiliki semua orang. Karena itu, saya berharap anak-anak memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Belajarlah dengan tekun, bangun cita-cita setinggi mungkin, dan jadilah generasi yang kelak membanggakan keluarga, NTT, dan Indonesia,” katanya.

SRT 1 Kabupaten Kupang Tampung 249 Siswa

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kupang merupakan kawasan pendidikan berasrama yang melayani jenjang SD, SMP, dan SMA.

Kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut telah dimulai sejak 13 Juli 2026 dengan jumlah 249 peserta didik, yang terdiri atas:

  • 22 siswa SD
  • 111 siswa SMP
  • 116 siswa SMA

Gubernur Melki mengaku bangga karena SRT 1 Kabupaten Kupang kini telah menjadi rumah kedua bagi para siswa, guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah, hingga para wali asuh yang bersama-sama membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

Menurutnya, fasilitas pendidikan yang tersedia di sekolah tersebut merupakan salah satu yang terbaik di NTT dan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung proses belajar sekaligus pembentukan karakter peserta didik.

sekolah rakyat-2
Gubernur Melki Laka Lena berdialog dengan siswa Sekolah Rakyat jenjang SD. (Foto: Biro Adpim Setda Provinsi NTT)

Tekankan Pendampingan Siswa di Asrama

Dalam arahannya, Gubernur memberikan perhatian khusus terhadap kehidupan para siswa di lingkungan asrama, terutama peserta didik jenjang SD yang untuk pertama kalinya tinggal jauh dari orang tua.

Ia meminta seluruh guru, kepala sekolah, dan wali asuh memberikan pendampingan secara penuh dengan kasih sayang serta memperlakukan seluruh siswa layaknya anak sendiri.

Sementara itu, para siswa diminta menjadikan lingkungan sekolah sebagai keluarga baru yang saling menjaga, menghargai, dan mendukung satu sama lain.

“Saya minta seluruh warga Sekolah Rakyat menjadi satu keluarga besar. Di asrama kita harus saling menjaga, saling menguatkan, dan saling memberi semangat. Khusus anak-anak SD, saya titip kepada para wali asuh agar memperlakukan mereka seperti anak sendiri,” ujarnya.

Melki juga mengajak para siswa SMP dan SMA menjadi teladan bagi adik-adik mereka dengan menunjukkan sikap disiplin, saling menghormati, serta memiliki semangat belajar yang tinggi.

Menurutnya, keberhasilan sistem pendidikan berasrama tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga budaya hidup bersama yang menjunjung kepedulian dan kebersamaan.

Pendidikan jadi Kunci Memutus Rantai Kemiskinan

Gubernur Melki menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari sinergi dengan Pemerintah Pusat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Ia menilai pendidikan merupakan investasi paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan menciptakan generasi unggul di masa depan.

“Pendidikan adalah jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung Program Sekolah Rakyat agar benar-benar melahirkan generasi unggul yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan mampu mengubah masa depan keluarganya,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Gubernur berpesan agar seluruh siswa terus belajar dengan tekun, menjaga disiplin, rajin berdoa, serta tidak melupakan perjuangan orang tua yang telah mengantarkan mereka memperoleh kesempatan berharga untuk mengenyam pendidikan.

“Saya percaya setiap anak memiliki potensi besar. Dengan lingkungan belajar yang baik, guru yang mendampingi, dan kehidupan asrama yang penuh kasih, saya yakin anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi hebat yang mampu mengangkat derajat keluarga serta membawa nama baik Nusa Tenggara Timur dan Indonesia,” pungkasnya. (*/rnc)