Dengan mengusung semangat “From Waste to Wonder”, proyek ini mengajarkan siswa bahwa limbah dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Sekolah di Daerah Terpencil yang Menginspirasi Dunia

Prestasi ini semakin istimewa karena SMP IL Kapten Fatubaa berada di wilayah perbatasan terpencil di Desa Fatubaa, Kabupaten Belu.

Setiap hari para siswa harus menempuh perjalanan sekitar 12 kilometer melewati jalan berbatu dan menyeberangi sungai selebar 48 meter tanpa jembatan demi mengikuti proses belajar mengajar.

Selain keterbatasan infrastruktur, sekolah juga menghadapi tantangan berupa minimnya akses air bersih, rendahnya literasi lingkungan, hingga pengelolaan sampah yang belum optimal.

Kondisi tersebut justru melahirkan inovasi yang kini mendapat pengakuan internasional.

Pendidikan, Lingkungan, dan Kewirausahaan Berjalan Bersama

Program HUP tidak hanya mengajarkan siswa mengolah limbah, tetapi juga mengintegrasikan pembelajaran sains, Bahasa Indonesia, kewirausahaan, hingga ekonomi sirkular.

Pelaksanaannya dilakukan melalui enam program strategis dan 20 kegiatan, mulai dari sosialisasi, sistem donasi kulit pisang berbasis barter, pelatihan produksi, hingga pengujian laboratorium terhadap hasil produk.