“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesadaran orang tua bahwa tumbuh kembang anak harus dipantau secara rutin dan komprehensif,” ujar Rizki.

Gerai Apotek K-24 jadi Pusat Edukasi dan Skrining

Usai pelaksanaan festival, Sarihusada bersama K-24 Group menegaskan komitmennya memperluas akses layanan pencegahan stunting melalui jaringan Apotek K-24, terutama di wilayah NTT yang masih memiliki prevalensi stunting cukup tinggi.

Rizki menjelaskan, terdapat dua fokus utama yang akan dijalankan dalam program tersebut, yakni menyediakan layanan skrining sebagai media edukasi bagi keluarga mengenai stunting serta melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.

Selain memanfaatkan jaringan apotek, program juga akan menjangkau sekolah-sekolah melalui kegiatan jemput bola yang melibatkan para apoteker.

“Kami akan bekerja sama dengan para apoteker di gerai-gerai K-24 dan juga melakukan kegiatan jemput bola ke sekolah-sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah di NTT agar program penanggulangan stunting dapat berjalan lebih efektif.

Meski prevalensi stunting di NTT terus menunjukkan tren penurunan, jumlah anak yang terdampak masih mencapai lebih dari 200 ribu sehingga memerlukan kolaborasi berbagai pihak.

Tingkatkan Literasi Orang Tua

Founder dan CEO Apotek K-24, dr. Gideon Hartono, menilai stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan nutrisi, tetapi juga rendahnya pemahaman orang tua mengenai pola asuh, gizi seimbang, dan pemantauan tumbuh kembang anak.