Meskipun data inflasi konsumen dan produsen AS yang dirilis pekan ini menunjukkan tekanan harga mulai mereda, pelaku pasar lebih fokus pada risiko inflasi baru akibat lonjakan harga energi.

Pejabat Federal Reserve juga masih menegaskan bahwa risiko inflasi belum sepenuhnya hilang. Bank sentral AS membutuhkan beberapa bulan lagi data inflasi yang konsisten rendah sebelum mempertimbangkan penurunan suku bunga acuan.

Aktivitas Dunia Usaha Indonesia Meningkat

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari rilis Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang menunjukkan aktivitas ekonomi nasional terus membaik sepanjang kuartal II 2026.

Bank Indonesia mencatat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) mencapai 12,97 persen, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 10,11 persen.

Peningkatan tersebut terutama didorong oleh membaiknya kinerja sektor:

  • Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.
  • Konstruksi.
  • Pertambangan dan Penggalian.
  • Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang terdorong momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta musim liburan sekolah.

Sejalan dengan itu, kapasitas produksi terpakai juga meningkat menjadi 73,8 persen, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang berada di 73,33 persen.