Kupang, RakyatNTT.ID – Program Revitalisasi Pendidikan yang dijalankan Pemerintah Pusat pada masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membawa perubahan nyata bagi dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu penerima manfaatnya adalah SD Inpres Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, yang kini mampu menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam satu shift berkat pembangunan ruang kelas baru melalui APBN Tahun 2025.

Perubahan tersebut menjadi bukti nyata bagaimana investasi pemerintah di sektor pendidikan tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur sekolah, tetapi juga menciptakan proses belajar yang lebih efektif dan nyaman bagi para siswa.

Iklan

Dalam kunjungan jurnalistik yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital pada Selasa (21/7/2026), RakyatNTT.ID melihat langsung transformasi sekolah yang kini melayani 539 siswa dengan sistem pembelajaran yang jauh lebih ideal.

Dari Tiga Shift Menjadi Satu Shift

Kepala SD Inpres Naimata, Martinus Klau, mengungkapkan bahwa sebelum memperoleh bantuan revitalisasi, keterbatasan ruang belajar memaksa sekolah menerapkan sistem belajar hingga tiga shift, mulai pagi, siang, hingga sore hari.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat memengaruhi efektivitas proses pembelajaran.

“Sebelum kami mendapatkan bantuan revitalisasi pendidikan dengan pembangunan gedung ruang belajar, kami harus tiga shift, mulai jam pagi, siang, dan sore. Sekarang cukup satu shift karena gedung sudah mencukupi,” ujar Martinus Klau kepada RakyatNTT.ID.

Dengan bertambahnya ruang kelas, seluruh siswa kini dapat belajar pada jam yang sama sehingga proses pendidikan menjadi lebih tertata.

Durasi Belajar Kembali Normal

Program revitalisasi juga berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran.

Jika sebelumnya satu jam pelajaran hanya berlangsung sekitar 20 hingga 25 menit akibat padatnya jadwal tiga shift, kini durasi belajar telah kembali normal menjadi 35 menit untuk setiap mata pelajaran.

Perubahan ini memberikan ruang lebih luas bagi guru dalam menyampaikan materi sekaligus meningkatkan konsentrasi belajar siswa.

Sekolah Tertua di Maulafa Bertransformasi

SD Inpres Naimata merupakan salah satu sekolah dasar tertua di Kecamatan Maulafa yang berdiri sejak 1983.

Pada awal berdirinya, sekolah hanya memiliki enam ruang kelas serta satu ruangan kecil yang digunakan bersama sebagai ruang kepala sekolah dan ruang guru.

Kini, melalui Program Revitalisasi Pendidikan, wajah sekolah berubah secara signifikan.

Pemerintah membangun 12 ruang kelas baru, sehingga kapasitas sekolah meningkat dan bahkan masih tersedia satu ruang kosong yang dapat dimanfaatkan untuk membuka satu rombongan belajar tambahan apabila jumlah siswa terus bertambah.

Diminati Orang Tua, Jumlah Siswa Terus Bertambah

Martinus menjelaskan bahwa perubahan sistem belajar menjadi satu shift membuat SD Inpres Naimata semakin diminati masyarakat.

Dalam sepekan terakhir, sejumlah orang tua mulai memindahkan anak-anak mereka ke sekolah tersebut karena dinilai lebih sesuai dengan aktivitas keluarga.

“Hari ini kami menerima 539 siswa dan jumlah itu akan terus bertambah. Ini menjadi satu-satunya sekolah di Kecamatan Maulafa yang sudah menerapkan satu shift. Selama satu pekan terakhir sudah ada orang tua yang memindahkan anaknya ke sekolah kami karena mereka terkendala waktu kerja untuk mengantar dan menjemput anak jika sekolah masih menggunakan sistem beberapa shift,” jelasnya.

Fasilitas Toilet Inklusif untuk Siswa Berkebutuhan Khusus

Tidak hanya membangun ruang belajar, Program Revitalisasi Pendidikan juga melengkapi SD Inpres Naimata dengan fasilitas pendukung yang lebih layak.

Sekolah kini memiliki tiga unit gedung toilet yang dapat digunakan oleh siswa maupun guru.

Menariknya, fasilitas sanitasi tersebut telah dirancang secara inklusif, sehingga dapat diakses oleh siswa penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus.

Keberadaan fasilitas yang ramah bagi seluruh peserta didik ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang setara, aman, dan nyaman bagi semua anak.

Transformasi SD Inpres Naimata menjadi salah satu contoh nyata bahwa Program Revitalisasi Pendidikan tidak hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan pendidikan, efektivitas pembelajaran, serta akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat di Kota Kupang. (rnc04)