Ia berharap pada pelaksanaan berikutnya koordinasi dapat ditingkatkan, termasuk memperluas kolaborasi dengan pekerja lokal agar terjadi pertukaran pengalaman dalam bidang konstruksi.

Menanggapi hal tersebut, pihak Undana memastikan seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi sebelum pelaksanaan program tahap kedua yang direncanakan melibatkan kelompok pengungsi internasional lainnya.

Kolaborasi Akademik dan Kemanusiaan

Kerja sama antara Undana dan IOM dinilai menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan organisasi internasional dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Iklan

Selain memberikan pengalaman praktik bagi mahasiswa Teknik Sipil, program ini juga membuka kesempatan bagi para pengungsi untuk mengembangkan keterampilan konstruksi yang dapat menjadi bekal ketika memperoleh penempatan di negara ketiga.

Di sisi lain, mahasiswa memperoleh pengalaman sebagai perancang dan supervisor proyek yang tidak hanya mengasah kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan global.

Melalui kolaborasi tersebut, Undana berharap dapat terus menghadirkan program pembelajaran berbasis praktik yang memberi manfaat bagi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan komunitas internasional. (*/rnc)