Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Melalui pembangunan ruang HMP Teknik Sipil, kemampuan para pengungsi diuji dalam kondisi kerja nyata. Di akhir program, peserta akan memperoleh sertifikat kompetensi berdasarkan hasil evaluasi terhadap performa mereka selama proyek berlangsung.
Kepala Laboratorium Program Studi Teknik Sipil Undana, Prof. Dr. Ir. Denik S. Krisnayanti, S.T., M.T., mengatakan Undana mendukung penuh pelaksanaan program tersebut dengan menyediakan lokasi pembangunan sekaligus membantu penyediaan sebagian material bangunan.
“Kami memanfaatkan material dari laboratorium prodi untuk menyokong kegiatan IOM. Fokus utama kami adalah mengukur apakah pelatihan teori yang didapatkan para refugees selama dua minggu di kelas dapat diimplementasikan dengan baik dan presisi pada struktur bangunan riil,” ujarnya.
Evaluasi jadi Bekal Program Tahap Berikutnya
Meski proyek berjalan sesuai rencana, sejumlah evaluasi tetap menjadi perhatian, terutama terkait manajemen logistik dan koordinasi pekerjaan di lapangan.
Salah seorang peserta, Yawari, mengungkapkan masih terdapat kendala berupa keterlambatan distribusi material serta perlunya pembagian tugas yang lebih efektif mengingat sebanyak 25 pekerja terlibat secara bersamaan.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan