oleh: Robert Kadang

Tidak butuh waktu lama mengembalikan kejayaan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat Kuan Maumolo. Sentuhan pendampingan yang dilakukan Yayasan Felix Maria Go (YFMG) setahun terakhir, kini hasilnya bisa dipetik. Panen sayur mayur berlimpah. Senyum warga pun merekah. Kampung yang didera kekeringan selama puluhan tahun, bergeliat kembali.

Begitulah potret kehidupan masyarakat Kuan Maumolo, saat ini. Dulu, kampung itu dikenal sebagai daerah pemasok sayuran dan buah ke pasar-pasar yang ada di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Tapi, seiring berjalannya waktu, sumber air di kampung itu mengering. Ladang-ladang perkebunan warga tak bisa lagi menghidupi. Jangankan mengairi lahan pertanian, untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan mandi, warga harus membeli air tangki. Air menjadi sangat berharga.

Mereka lalu menemui Fransiscus Go, pimpinan Yayasan Felix Maria Go. Bak gayung bersambut, yayasan yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan itu mengulurkan bantuan. Upaya pendampingan dilakukan. Beberapa sumur bor dibuat di beberapa titik, dan bak penampung dibangun lalu airnya dialirkan ke rumah-rumah warga, termasuk lahan pertanian. Tidak ketinggalan, bibit sayur dan buah, dibagikan.