Waikabubak, RakyatNTT.ID – Wakil Bupati Sumba Barat, Thimo Ragga, secara resmi membuka Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup Se-NTT Tahun 2026 di Arena Gelora Pada Eweta, Senin (6/7/2026).

Kejuaraan bergengsi tersebut digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan mendapat sambutan antusias dari peserta maupun masyarakat.

Ajang pacuan kuda terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota dan akan berlangsung hingga 18 Juli 2026.

Iklan

Diikuti 604 Kuda Pacu dari Enam Daerah di NTT

Ketua Panitia yang juga Ketua PORDASI Kabupaten Sumba Barat, Frangky Tarawatsanto, mengatakan sebanyak 604 ekor kuda pacu telah terdaftar untuk bertanding dalam 16 kelas perlombaan.

Peserta berasal dari enam daerah di NTT, yakni Kabupaten Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Kota Kupang, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa olahraga pacuan kuda terus berkembang dan menjadi salah satu cabang olahraga favorit di NTT.

PORDASI NTT Bidik Rekor MURI dan Persiapan Menuju PON 2028

Ketua Umum Pengurus Provinsi PORDASI Pacu NTT, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, SH., MH., mengapresiasi kerja keras panitia dalam menyelenggarakan event tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa pacuan kuda tanpa pelana direncanakan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Karena itu, atlet dan kuda terbaik hasil kompetisi akan diusulkan kepada KONI sebagai bagian dari persiapan menuju ajang nasional tersebut.

Selain itu, Umbu Kabunang juga mengungkapkan bahwa Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2027 yang sekaligus menjadi Pra-PON direncanakan digelar di Pulau Sumba.

Tak hanya itu, pada 7 Juli 2026, penyelenggara juga akan mengajukan penghargaan Rekor MURI untuk kategori pacuan kuda dengan jumlah peserta terbanyak.

Sebagai upaya meningkatkan profesionalisme, PORDASI NTT juga berencana menggelar pelatihan bersertifikat bagi joki, pelatih, dan steward, serta melakukan uji coba Dewan Anti Doping terhadap kuda-kuda pacu asal Sumba.

Wakil Bupati: Pacuan Kuda jadi Penggerak Budaya dan Ekonomi

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumba Barat, Thimo Ragga, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen, joki, pemilik kuda, official, dan tamu undangan yang hadir dari berbagai daerah.

Menurutnya, pacuan kuda bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga menjadi sarana melestarikan budaya Sumba sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia menilai kuda memiliki nilai budaya dan ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat Sumba. Karena itu, event seperti ini mampu memberikan dampak positif terhadap sektor peternakan, pariwisata, hingga perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pacuan kuda bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, dan pembinaan atlet berkuda menuju prestasi yang lebih tinggi,” tegasnya.

Tekankan Sportivitas dan Larangan Minuman Beralkohol

Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan keselamatan selama berlangsungnya perlombaan.

Ia meminta panitia dan dewan juri menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan adil demi menjaga kualitas kompetisi.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menegaskan larangan peredaran maupun konsumsi minuman beralkohol selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.

Diharapkan Dongkrak Pariwisata dan Prestasi Atlet

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, sponsor, KONI, aparat keamanan, tenaga kesehatan, pemilik kuda, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup Se-NTT 2026.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Bupati Sumba Barat, Wakil Bupati Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya, jajaran Pengurus PORDASI NTT, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, Ketua KONI, pengurus PORDASI se-Sumba, tokoh adat, tokoh agama, pelaku usaha, insan pers, serta ratusan atlet, pelatih, joki, dan pendukung olahraga pacuan kuda.

Panitia berharap seluruh rangkaian perlombaan yang berlangsung hingga 18 Juli 2026 dapat berjalan aman dan sukses, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, sektor pariwisata, serta melahirkan atlet-atlet berkualitas yang siap bersaing pada PON 2028. (*/rnc)