Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakui hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2025 belum memenuhi harapan karena masih berada di bawah standar capaian nasional.
Kondisi tersebut mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) NTT melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pembelajaran, dengan fokus utama pada peningkatan kompetensi guru.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan capaian TKA jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK menunjukkan hasil yang belum menggembirakan, terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.
Pernyataan itu disampaikan Ambrosius kepada RakyatNTT.id usai pembukaan Maxim Quiz English Competition di Center of Excellence Hall, SMK Negeri 3 Kupang, Jumat (24/7/2026).
“Terkait hasil TKA kita, belajar dari hasil TKA Tahun 2025 tentu belum begitu menggembirakan untuk kita. Tentu kita harus persiapkan untuk TKA yang berikut,” ujarnya.
Kompetensi Guru jadi Prioritas Pembenahan
Ambrosius menegaskan, peningkatan kualitas guru menjadi strategi utama pemerintah daerah dalam memperbaiki hasil TKA pada tahun mendatang.
Menurutnya, guru memegang peran penting dalam membimbing siswa memahami materi pembelajaran sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan akademik yang diujikan dalam TKA.
“Mengapa, karena guru adalah hal yang paling utama. Tentu guru yang memiliki kompetensi bisa mempersamai siswa-siswinya untuk memecahkan soal-soal, atau ketika siswa mengalami kesulitan maka guru-guru bisa mendampingi siswa mengerjakan soal itu,” jelasnya.
Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT kini menggelar berbagai program penguatan kapasitas guru, khususnya bagi pengajar mata pelajaran yang menjadi indikator utama dalam Tes Kompetensi Akademik.
Libatkan Akademisi Perguruan Tinggi
Untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, Pemerintah Provinsi NTT menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Kota Kupang sebagai mitra pelatihan.
Akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira), Universitas Muhammadiyah Kupang, dan Universitas Kristen Artha Wacana (Unkris) dilibatkan sebagai narasumber sekaligus mentor dalam program peningkatan kompetensi guru.
“Dengan cara melibatkan narasumber akademisi dari Undana, Unwira, Muhammadiyah, dan Unkris untuk penguatan terhadap kompetensi guru,” kata Ambrosius.
Guru Wajib Aktif di MGMP
Selain pelatihan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT juga menindaklanjuti kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan mewajibkan guru aktif dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
Melalui forum tersebut, guru dijadwalkan mengikuti Hari Belajar Guru yang dilaksanakan secara rutin satu kali setiap pekan.
Program ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antarguru untuk berbagi metode pembelajaran, menyusun strategi menghadapi TKA, serta meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah.
Target Tingkatkan Hasil TKA 2026
Pemerintah Provinsi NTT berharap berbagai langkah pembenahan tersebut mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperbaiki capaian Tes Kompetensi Akademik pada pelaksanaan berikutnya.
Penguatan kompetensi guru, kolaborasi dengan perguruan tinggi, serta optimalisasi peran MGMP menjadi strategi utama agar siswa di seluruh jenjang pendidikan lebih siap menghadapi TKA tahap II yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Melalui upaya tersebut, Pemprov NTT menargetkan peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mendongkrak prestasi akademik peserta didik agar mampu mencapai standar nasional yang telah ditetapkan. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan