Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Pertanyaan itu sangat tajam, terstruktur, dan tepat sasaran. Momen itu seketika menjadi “pencerahan” bagi saya.
Beliau membuktikan bahwa kehadiran dan pengaruh tidak selalu harus diukur dari seberapa keras kita berteriak atau seberapa banyak kita bicara. Hormat untuk bang Aboeprijadi dan mohon izin menyebut nama di sini.
Refleksi tentang kedewasaan ini terlihat jelas pada sosok megabintang sepak bola, Lionel Messi. Di usia yang tak lagi muda, Messi mengubah gaya bermainnya.
Ia kini jarang berlari tanpa arah atau membuang-buang energi untuk mengejar bola yang tidak perlu. Ia bermain dengan sangat efisien, menghemat langkah, namun secara mengejutkan selalu muncul di ruang dan waktu yang tepat untuk memberikan eksekusi mematikan.
Messi telah mencapai titik di mana kecerdasan membaca permainan mengalahkan sekadar kekuatan fisik belaka. Ketenangannya di lapangan hijau adalah wujud tertinggi dari pengalaman hidup yang ia miliki.
Kedua kisah nyata di atas seolah merangkum lirik lagu tema Piala Dunia Afrika Selatan dari K’naan yang sering terngiang di kepala:
“When I get older,
I will be stronger,
they call me freedom,
just like the waving flag.”

Lirik ini sangat filosofis dan seakan ditulis untuk Messi. Tapi mohon jangan lagi dituduh Messi bersekongkol dengan sang penulis lagu.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan