Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Atlanta, RakyatNTT.ID – Lionel Messi kembali mengukuhkan namanya sebagai legenda sepak bola dunia.
Kapten Timnas Argentina itu mencatatkan dua rekor bersejarah sekaligus saat mengantarkan Tim Tango menyingkirkan Mesir dengan skor dramatis 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB.
Meski sempat gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama, Messi bangkit dan mencetak gol krusial pada menit ke-83 yang menjadi titik balik kebangkitan Argentina. Gol tersebut bukan hanya membantu Tim Tango membalikkan keadaan, tetapi juga mengantar sang megabintang mencatatkan sejarah baru di ajang Piala Dunia.
Berdasarkan data Squawka, Messi kini resmi menjadi pemain pertama sepanjang sejarah yang mampu mencetak gol dalam enam pertandingan fase gugur Piala Dunia secara beruntun.
Catatan tersebut belum pernah dicapai pemain mana pun sejak turnamen sepak bola terbesar di dunia itu pertama kali digelar.
Tak berhenti sampai di situ, pemain Inter Miami tersebut juga mencatat rekor lain yang sama istimewanya. Gol ke gawang Mesir membuat Messi menjadi pemain pertama yang berhasil mencetak gol dalam sembilan pertandingan Piala Dunia secara berturut-turut.
Rekor luar biasa itu dimulai sejak babak 16 besar Piala Dunia 2022 saat Argentina menghadapi Australia. Setelah itu Messi terus mencetak gol saat menghadapi Belanda, Kroasia, dan Prancis hingga membawa Albiceleste meraih gelar juara dunia di Qatar.
Konsistensi tersebut berlanjut di Piala Dunia 2026. Messi selalu mencatatkan namanya di papan skor ketika menghadapi Aljazair, Austria, Yordania, Tanjung Verde, hingga Mesir pada babak 16 besar.
Sempat Gagal Penalti
Laga melawan Mesir tidak berjalan mudah bagi Argentina. Tim asal Afrika itu tampil disiplin sejak awal pertandingan dan berhasil membuka keunggulan melalui Yasser Ibrahim pada menit ke-15.
Argentina sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan. Namun eksekusi penalti Lionel Messi berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper Mesir, Mostafa Shobeir.
Penampilan Shobeir sepanjang babak pertama juga layak mendapat pujian. Ia beberapa kali menggagalkan peluang berbahaya yang diciptakan Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez sehingga Mesir mampu mempertahankan keunggulan hingga turun minum.
VAR Sempat Batalkan Gol Mesir
Memasuki babak kedua, Mesir kembali mengancam pertahanan Argentina. Mostafa Ziko sempat mencetak gol pada menit ke-59, tetapi wasit menganulirnya setelah meninjau VAR yang menemukan adanya pelanggaran terhadap Lisandro Martinez dalam proses serangan.
Meski gol tersebut dibatalkan, Ziko akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan Mesir pada menit ke-67. Gol itu membuat Argentina berada dalam tekanan besar karena tertinggal dua gol di fase gugur turnamen.
Mental Juara Argentina Berbicara
Dalam situasi sulit, Argentina menunjukkan karakter sebagai juara bertahan. Tim asuhan Lionel Scaloni meningkatkan tempo permainan dan terus menekan pertahanan Mesir.
Usaha tersebut membuahkan hasil ketika Argentina mencetak gol balasan dan perlahan mengembalikan kepercayaan diri tim. Puncaknya terjadi pada menit ke-83 saat Lionel Messi sukses membobol gawang Mesir.
Gol tersebut membangkitkan semangat Albiceleste untuk terus menyerang hingga akhirnya mampu mencetak gol penentu kemenangan dan menutup pertandingan dengan skor 3-2.
Kemenangan dramatis ini memastikan Argentina melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 sekaligus menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia.
Messi Terus Menulis Sejarah
Di usia yang tidak lagi muda, Lionel Messi terus menunjukkan kualitasnya sebagai pemain pembeda di pertandingan-pertandingan besar. Ketajaman, visi bermain, dan kepemimpinannya kembali menjadi faktor penting dalam perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026.
Dua rekor baru yang diciptakannya menjadi bukti bahwa Messi masih mampu tampil di level tertinggi sepak bola dunia. Dengan performa yang terus konsisten, La Pulga berpeluang menambah koleksi rekor lainnya apabila mampu membawa Argentina melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Kini, perhatian pecinta sepak bola dunia tertuju pada langkah berikutnya Tim Tango di babak perempat final. Jika Messi mampu mempertahankan performanya, bukan tidak mungkin Argentina kembali menjadi kandidat terkuat untuk mempertahankan mahkota juara dunia yang mereka raih empat tahun lalu. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan