Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia mengungkapkan bahwa dari tujuh desa di Kecamatan Mataru, hanya Desa Lakatuli yang hingga kini belum menikmati aliran listrik.
“Di Kecamatan Mataru ada tujuh desa. Enam desa sudah menikmati listrik, tetapi Desa Lakatuli sampai hari ini belum mendapatkan penerangan. Kami berharap pemerintah tidak hanya membangun jembatan, tetapi juga menghadirkan layanan listrik bagi masyarakat,” ujarnya.
Padahal, Desa Lakatuli dihuni sekitar 1.000 jiwa dan telah memiliki berbagai fasilitas umum, seperti sekolah, puskesmas, rumah ibadah, hingga kantor Polsek.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap pemerataan pembangunan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah pedalaman Alor.
Jembatan Kalunan jadi Urat Nadi Kehidupan Warga
Belum dibangunnya kembali Jembatan Kalunan menjadi potret masih adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Alor.
Bagi masyarakat Desa Mataru Selatan dan Desa Lakatuli, keberadaan jembatan bukan sekadar sarana penghubung, tetapi menjadi urat nadi kehidupan yang menentukan kelancaran akses pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga mobilitas masyarakat sehari-hari.
Warga berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan Jembatan Kalunan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa harus mempertaruhkan keselamatan setiap kali menyeberangi sungai. (rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan